Lapangan Tembak Lapai Dihentikan Operasionalnya, Kodam XX/TIB Cari Lokasi Baru

Lapangan Tembak Lapai Dihentikan Operasionalnya, Kodam XX/TIB Cari Lokasi Baru
Pihak ‎Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol atau Kodam XX/TIB menginstruksikan agar Lapangan Tembak Lapai dihentikan operasionalnya hingga dalam waktu tertentu. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
-  Pihak ‎Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol atau Kodam XX/TIB menginstruksikan agar Lapangan Tembak Lapai dihentikan operasionalnya hingga dalam waktu tertentu. Langkah itu menyusul hasil evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas latihan militer di tengah kota Padang, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar. 

Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada melalui Kapendam XX/TIB Kolonel Kav Taufiq mengemukakan langkah penutupan Lapangan Tembak tersebut sebagai pertimbangan dan jaminan keamanan masyarakat sekitar, khususnya menyusul insiden di kampus UNP.

"Tim investigasi bekerja dan bersama-sama mencari data, fakta, dan keterangan langsung di lapangan. Kemudian melakukan pendalaman di tempat latihan dengan melibatkan tim ahli senjata," ujar Kolonel Kav Taufiq dalam konferensi pers yang digelar di Markas Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (Makodam XX/TIB) pada Senin, (8/6/2026).

Area latihan tersebut dipastikan tidak akan digunakan lagi hingga batas waktu yang belum ditentukan, sementara pihak Kodam XX/TIB mulai mencari lokasi baru yang lebih aman dan representatif. 

Ia menyatakan bahwa seluruh rangkaian investigasi dan pendalaman di lapangan kini telah dinyatakan selesai. Pihaknya, mengumumkan untuk menutup operasional Lapangan Tembak hingga batas waktu yang belum ditentukan nantinya.

Sampai sejauh ini menurutnya, penyelidikan mendalam yang melibatkan tim ahli senjata, koordinasi erat dengan pihak kepolisian, serta pengumpulan keterangan dari Batalyon 133 berjalan secara transparan dan terukur.

Berdasarkan hasil uji lapangan dan uji forensik, proyektil yang ditemukan dipastikan berukuran 9 mm. Melalui pembuktian ilmiah yang diperkuat oleh keselarasan uji teori dan uji lapangan, proyektil tersebut diduga kuat berasal dari kegiatan latihan yang tengah dilaksanakan oleh Batalyon 897 Singgalang.

Ia menegaskan, transparansi ini adalah bentuk komitmen TNI kepada publik. Jika nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian dalam prosedur latihan, institusi tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi tegas. "Jika ada kelalaian, tentu akan ada konsekuensi hukum dan disiplin yang berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di TNI," ujar Kolonel Kav Taufiq. 

Terpisah dari informasi mengenai kondisi kedua korban, masing-masing Nova Wirantika dan Guruh Guwino, dilaporkan dikabarkan makin membaik. Keduanya telah mampu berdiri dan mulai aktif menggerakkan tangan mereka secara normal.

Sedianya, jika tidak ada kendala medis maka kedua korban segera diperbolehkan pulang guna menjalani rawat jalan lebih lanjut. Sejauh ini pihak Kodam XX/TIB juga menegaskan komitmen hingga masa pemulihan total.

‎Respon Pihak UNP

Atas komitmen pihak Kodam XX/TIB ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak akademisi. Sekretaris Universitas Negeri Padang atau UNP, Prof Dr Erianjoni, S.Sos, MSi mengapresiasi. Utamanya, dalam hal penanganan oleh institusi TNI yakni perawatan medis korban maupun kebijakan strategis lainnya. 

‎"Kami memberikan apresiasi atas tindakan cepat dari jajaran Kodam (XX/TIB) terutama dalam menghentikan aktivitas latihan di Lapai dan adanya wacana pemindahan lapangan tembak ke lokasi baru," kata Prof. Dr. Erianjoni.

Pihak UNP juga berterimakasih atas layanan kesehatan dan tindakan medis prima selama ini buat kedua korban semenjak hari pertama insiden.

"Semoga wacana pemindahan lapangan tembak ini bisa segera terealisasi dengan cepat. Semoga, tidak ada lagi kejadian serupa yang mengancam keselamatan, khususnya di lingkungan kampus UNP," harap Erianjoni.(eml)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »