Misteri Kuburan Kosong yang Menggemparkan Sawahlunto Tahun 1927

Misteri Kuburan Kosong yang Menggemparkan Sawahlunto Tahun 1927
Sawahlunto bukan hanya menyimpan jejak sejarah pertambangan batubara. (Foto: Ist). 

OLEH
: Marjafri

Sawahlunto bukan hanya menyimpan jejak sejarah pertambangan batubara.

Di balik lorong-lorong tambang yang gelap dan lembap, kota tua di kaki Bukit Barisan itu juga menyimpan kisah-kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi—kisah yang lahir dari tetesan keringat, air mata, bahkan darah para pekerja yang mengeruk emas hitam dari perut bumi.

Pada masa kolonial Belanda, ribuan orang didatangkan ke Sawahlunto. Ada pekerja bebas yang mencari penghidupan, buruh kontrak yang terikat perjanjian kerja, hingga Orang Rantai yang menjalani hukuman kerja paksa di tambang Ombilin.

Mereka bekerja di kedalaman bumi yang panas, pengap, minim perlindungan, dan setiap saat berhadapan dengan maut.

Dalam kehidupan yang begitu keras, lahirlah berbagai cerita yang sulit dijelaskan oleh akal sehat.

Orang-orang tua dahulu sering bertutur tentang manusia yang kebal senjata, memiliki ilmu batin, memakai susuk, atau mempunyai tenaga yang melampaui kemampuan manusia biasa.

Bahkan beredar kisah tentang seseorang yang tidak bisa mati atau kembali hidup setelah dikuburkan.

Sulit memastikan kebenaran cerita-cerita itu.

Sebagian hanya menjadi dongeng yang berpindah dari satu mulut ke mulut lainnya tanpa pernah terdokumentasikan.

Namun ada pula yang sempat diabadikan dalam lembaran surat kabar.

Salah satunya terbit pada Rabu, 9 November 1927.

Menariknya, artikel itu tidak langsung membahas kuburan kosong.

Justru pembuka beritanya menyinggung sebuah kisah lain yang ketika itu masih ramai diperbincangkan masyarakat Sawahlunto.

Tentang harimau jadi-jadian.

Surat kabar itu menulis bahwa cerita mengenai harimau jadi-jadian masih belum habis menjadi buah tutur masyarakat. Bahkan kawasan Kubang Sirakuk disebut masih ditakuti untuk dilalui pada malam hari karena dikaitkan dengan cerita tersebut.

Di tengah suasana masyarakat yang masih diselimuti berbagai kepercayaan itulah, sebuah peristiwa lain mendadak menggemparkan kota tambang.

Peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan rumah potong hewan Sawahlunto.

Di sana baru saja dimakamkan seorang laki-laki bernama Maroedin, yang disebut berasal dari Petangri.

Tak lama setelah pemakaman, warga sekitar mulai mendengar suara aneh dari arah kuburan.

Suara itu digambarkan menyerupai dengungan kawanan lebah.

Mula-mula hanya terdengar oleh beberapa orang.

Namun rasa penasaran segera mengalahkan rasa takut.

Penduduk berdatangan ke lokasi.

Apa yang mereka lihat justru menimbulkan kegemparan baru.

Tanah makam itu dikabarkan telah berlubang.

Lubangnya disebut lebih besar daripada buah kelapa.

Beberapa warga kemudian mencoba mengintip ke dalam liang kubur.

Mereka mengaku melihat papan penutup makam sudah tampak dari atas, sementara di dalamnya beterbangan banyak lalat.

Suara yang menyerupai dengungan lebah itu diyakini berasal dari dalam liang makam.

Namun ada satu hal yang dianggap sangat janggal.

Menurut cerita yang beredar, dari kuburan tersebut sama sekali tidak tercium bau busuk, padahal makam itu masih tergolong baru.

Kejanggalan itu membuat rumor berkembang semakin liar.

Konon, ketika makam diperiksa, jasad yang telah dimakamkan tidak lagi ditemukan di dalamnya.

Bukan hanya tubuhnya yang disebut hilang.

Kain pembungkus jenazahnya pun dikabarkan lenyap tanpa jejak.

Tidak ada bukti resmi yang menguatkan cerita itu.

Namun kabar tersebut menyebar dengan sangat cepat di tengah masyarakat Sawahlunto.

Lalu muncul cerita yang jauh lebih mengejutkan.

Orang yang telah dimakamkan itu konon telah kembali ke rumah istrinya dengan membawa kain pembungkus jenazahnya.

Cerita tersebut segera menjadi buah bibir di seluruh kota.

Para pekerja tambang membicarakannya di barak.

Pedagang mengulanginya di pasar.

Anak-anak mendengarnya dari orang-orang dewasa.

Sawahlunto yang biasanya sibuk oleh aktivitas tambang mendadak dipenuhi kisah tentang seseorang yang dikabarkan pulang setelah dikuburkan.

Menariknya, surat kabar yang memuat kisah itu tidak serta-merta mempercayainya.

Penulis berita secara tegas menyebut bahwa kabar mengenai seseorang yang kembali ke rumah istrinya besar kemungkinan hanyalah rumor yang berkembang di tengah masyarakat.

Namun mengenai makam yang berlubang dan banyaknya lalat di dalam liang kubur, wartawan mengaku memperoleh informasi dari seseorang yang diyakini melihat langsung kejadian tersebut.

Ketika wartawan berniat datang ke lokasi untuk memastikan keadaan makam, ia mendapat kabar bahwa lubang pada kuburan itu telah ditutup kembali oleh pihak keluarga.

Sesudah itu, kisah tersebut perlahan menghilang dari pemberitaan.

Tidak ada penjelasan lanjutan.

Tidak ada penyelidikan resmi yang menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

Apakah makam itu benar-benar kosong?

Apakah jasad yang dimakamkan memang tidak ditemukan? 

Ataukah semua itu hanyalah rumor yang berkembang di tengah masyarakat yang hidup di bawah bayang-bayang kematian, kerja paksa, dan kuatnya pengaruh tahayul?

Sejarah tidak pernah memberikan jawaban yang pasti.

Hampir satu abad telah berlalu sejak berita itu diterbitkan.

Tambang Ombilin kini telah menjadi bagian dari warisan dunia, sementara generasi yang menyaksikan langsung kegemparan tersebut telah lama pergi.

Namun kisah itu tetap menarik untuk dikenang.

Bukan karena ada bukti bahwa orang mati benar-benar bangkit dari kubur.

Melainkan karena cerita tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan Sawahlunto pada masa kolonial: sebuah kota tambang yang keras, tempat manusia hidup berdampingan dengan maut, sehingga rumor sekecil apa pun dapat berkembang menjadi kisah besar yang mengguncang seluruh kota.

Dan di antara lembaran surat kabar tua yang mulai menguning dimakan usia, masih tersisa satu pertanyaan yang hingga kini belum pernah benar-benar terjawab:

Apa yang sebenarnya terjadi di balik liang makam Maroedin pada tahun 1927 ?

catatan. Cover foto rekayasa AI hanya sebagai ilustrasi , bukan foto dan suasana aslinya

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »