Wali Kota Sawahlunto Pimpin FGD Bahas Kemarau, Kamtibmas, hingga Dampak Penghentian Operasional Tambang Batu Bara

Wali Kota Sawahlunto Pimpin FGD Bahas Kemarau, Kamtibmas, hingga Dampak Penghentian Operasional Tambang Batu Bara
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di Kota Sawahlunto, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta dampak sosial dan ekonomi pasca dirumahkannya pekerja perusahaan tambang batu bara yang saat ini menghentikan operasionalnya.

FGD dihadiri unsur Forkopimda dan pimpinan organisasi perangkat daerah sebagai forum koordinasi untuk menyampaikan perkembangan situasi di masing-masing sektor sekaligus menyusun langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Dalam pembahasan mengenai musim kemarau, Pemerintah Kota Sawahlunto menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi kebakaran serta gangguan ketersediaan air bersih. 

Selain itu, melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah melakukan pendampingan dan koordinasi dengan petani dalam menghadapi musim tanam guna menjaga produktivitas sektor pertanian.

Sementara itu, terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, berdasarkan laporan Polres Sawahlunto, jumlah laporan kepolisian pada April 2026 tercatat sebanyak 13 kasus, meningkat dibandingkan rata-rata laporan pada bulan-bulan sebelumnya yang berkisar antara empat hingga lima kasus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Forkopimda memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta pengawasan lapangan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

FGD juga membahas dampak sosial dan ekonomi yang timbul setelah penghentian operasional salah satu perusahaan tambang batu bara di Sawahlunto yang mengakibatkan sejumlah pekerja dirumahkan. 

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan kondisi tersebut sekaligus menyiapkan langkah-langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di daerah.

Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah antisipasi dan penanganan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi berdampak pada masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas daerah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal. (*) 

Pewarta: marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »