Kelangkaan BBM di Kota Solok: Harga di Pertamini Melonjak, Warga Keluhkan Beban Biaya

Kelangkaan BBM di Kota Solok: Harga di Pertamini Melonjak, Warga Keluhkan Beban Biaya
Warga melaporkan harga Pertalite di sejumlah titik pertamini kini dijual berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter, jauh lebih tinggi dari harga eceran resmi di SPBU. (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali dirasakan masyarakat di Kota Solok. 

Warga melaporkan harga Pertalite di sejumlah titik pertamini kini dijual berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter, jauh lebih tinggi dari harga eceran resmi di SPBU.

Kelangkaan di stasiun pengisian umum menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut. 

Warga mengeluhkan pasokan di SPBU sangat terbatas, hanya tersedia satu kali dalam sehari, sehingga banyak orang terpaksa beralih membeli di pertamini meskipun harganya jauh lebih mahal.

"Susah sekali dapat Pertalite di SPBU, kadang antre berjam-jam pun tidak kebagian. Kalau ada pasokan pun hanya dibuka sebentar sekali sehari. 

Akhirnya kami terpaksa beli di pertamini, meskipun harganya mencapai Rp13.000 sampai Rp15.000 per liter," ungkap salah satu warga, Selasa (7/7/2026).

Tidak hanya Pertalite, kelangkaan juga terjadi pada Biosolar. Di beberapa titik penjualan eceran tidak resmi, harga Biosolar kini dijual mencapai Rp13.000 per liter.

Warga meminta pemerintah daerah terkait untuk segera meninjau kondisi di lapangan, menambah pasokan, serta menindak tegas praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar agar beban masyarakat tidak semakin berat.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kelangkaan maupun langkah penanganan yang akan diambil.(80)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »