| Ketua DPD KSPSI AGN Sumatra Barat, Ruli Eka Pratama mengatakan, surat pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada Partai Buruh, keputusan itu juga berlaku bagi seluruh pengurus Partai Buruh yang berasal dari afiliasi KSPSI AGN di Sumbar. (Foto: Rido). |
Ketua DPD KSPSI AGN Sumatra Barat, Ruli Eka Pratama mengatakan, surat pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada Partai Buruh, keputusan itu juga berlaku bagi seluruh pengurus Partai Buruh yang berasal dari afiliasi KSPSI AGN di Sumbar.
"Ini merupakan keputusan organisasi. Karena pusat sudah memutuskan keluar, maka kami di daerah wajib mengikuti," ujar Ruli kepada wartawan, Kamis, 2 Agustus 2026.
Ruli Eka Pratama menambahkan, pengunduran diri tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi.
Pengurus yang berafiliasi dengan KSPSI AGN di kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa juga mengikuti keputusan itu.
"Ini bagian bentuk kekecewan kami terhadap said Ikbal selaku presiden partai buruh, yang kami nilai akhir-akhir ini telah salah dalam mengambil kebijakan bagi kami," ucapnya.
Ruli menambahkan, sebagai perintis partai buruh di Sumatera Barat, pihaknya bersama teman-teman organisasi buruh lainnya telah banyak berkontribusi terhadap kemajuan partai.
Lebih dari 70% pengurus partai serta pimpinan partai buruh di 19 kabupaten/kota berasal dari inisator ORI KSPSI AGN Sumbar.
"Sebenarnya saya pribadi sangat berberat hati untuk keluar dari partai, dikarenakan saya dan kawan kawan menjadi pondasi utama merintis hingga berjalanya partai di Sumatra barat, semua kami lakukan bersama, sumbangan dan gotong royong seluruh Kader tampa bantuan dari pihak manapun," ungkapnya.
Lanjutnya, saat ini hanya tinggal satu inisator FSPMI yang bergabung dengan partai buruh, hal itu dinyatakan setelah Ketua SPI ( Serikat Petani Indonesia) wilayah Sumatera Barat ikut menyatakan mundur dalam pengurus partai buruh.
"Lewat percakapan WhatsApp, SBSI mundur terlebih dahulu, setelah itu di susul oleh KPBI di Sumatra barat," katanya.
Ia juga menjelaskan, KSPSI AGN memiliki lebih dari 8 ribu anggota di Sumatra Barat. Setelah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Buruh, kader KSPSI AGN diberikan kebebasan menentukan pilihan politiknya masing-masing.
Selain itu, Organisasi juga tidak membatasi kader jika ingin bergabung dengan partai politik lain.
"Kami tidak melarang. Silakan memilih partai mana yang dianggap sesuai. Itu hak masing-masing kader," katanya.
Bahkan, sambung dia, DPP KSPSI AGN telah memberikan arahan kepada seluruh kader di Indonesia agar bebas menentukan kendaraan politik. Organisasi juga siap memberikan dukungan kepada kader yang ingin berkiprah di dunia politik, termasuk maju sebagai calon kepala daerah maupun anggota legislatif.
"Kalau ada kader yang serius ingin berjuang melalui partai politik, tentu akan kami dukung sesuai mekanisme organisasi," tegasnya.
Ia menambahkan, meski tidak lagi berafiliasi dengan Partai Buruh, KSPSI AGN tetap fokus menjalankan fungsi sebagai organisasi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak dan kepentingan buruh.
"Meski tidak didalam partai buruh, fungsi serikat kita tetap sama, yaitu untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan buruh," tutup Ruli mengakhiri. (*)
Pewarta: Rido
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »