| Peluncuran program yang merupakan hasil kolaborasi lintas sektor bersama tim Pengabdian Masyarakat Dosen Poltekkes Kemenkes Padang. (Foto: Diskominfo). |
Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, yang hadir dan membuka kegiatan secara resmi, memberikan apresiasi tinggi atas program pencegahan yang telah direncanakan secara matang.
Ia menegaskan, pencegahan stunting harus dimulai dari hulu—yakni sejak anak berada di dalam kandungan, melalui proses persalinan yang sehat, hingga tahap pertumbuhan anak pada fase berikutnya. Mengingat luasnya cakupan wilayah kerja, Camat Koto Tangah berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi ke puskesmas lain di wilayah Kecamatan Koto Tangah.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk inovasi nyata yang muaranya adalah pencegahan stunting. Ini adalah hasil kolaborasi yang sangat baik antara jajaran Puskesmas dan Ibu-ibu dosen dari Poltekkes Kemenkes Padang," katanya.
Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, menjelaskan bahwa inovasi "Bulek Rancak" dirancang khusus untuk mengedukasi masyarakat agar melakukan pencegahan sejak dini, guna memastikan anak-anak lahir dalam kondisi sehat dan bebas dari risiko stunting.
"Tujuan kita supaya inovasi 'Bulek Rancak' ini dapat mencegah ibu hamil KEK dan anemia, sehingga anak-anak kita tidak lahir dalam kondisi kurus. Jangan sampai kita lagi menyumbang stunting. Kalau bisa, tidak ada lagi penambahan kasus stunting," cakapnya.
Ia memaparkan, ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia berisiko tinggi melahirkan anak dengan kondisi stunting. Kondisi ini berdampak pada kerentanan anak terhadap penyakit, berat badan tidak sesuai usia, hingga rendahnya tingkat kecerdasan. Oleh karena itu, Puskesmas Anak Air berkomitmen melakukan pelaporan data kasus secara transparan dan riil sesuai kondisi di lapangan.
"Kalau bisa, dari trimester pertama begitu tahu hamil, langsung datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. Tujuannya agar mendapatkan tablet tambah darah dan vitamin untuk mencegah anak stunting serta ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK)," ungkapnya.
Dalam arahannya, Marta Nofa juga meminta peran aktif kader dan masyarakat untuk mengarahkan ibu hamil agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas sejak trimester pertama kehamilan. Ia menyayangkan masih ditemukannya ibu hamil yang baru mendatangi fasilitas kesehatan saat usia kandungan menginjak 8 bulan atau menjelang persalinan.
Selain itu, Marta Nofa memberikan penegasan penting kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan persalinan di rumah demi keselamatan ibu dan bayi.
Pemilihan lokasi sosialisasi di Kompleks Mega Permai (Tahap 1 dan Tahap 2) didasarkan pada besarnya sasaran pelayanan posyandu di kawasan tersebut. Kompleks Perumahan Mega Permai dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman terbesar di Kelurahan Padang Sarai, sehingga intervensi kesehatan melalui inovasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat luas.
"Kalau hamil sudah 8 atau 9 bulan dengan kadar HB rendah, dikhawatirkan terjadi pendarahan saat persalinan normal. Jika terjadi pendarahan, akibatnya sangat fatal bagi keselamatan ibu dan bayi. Jadi, untuk ke depannya Bapak dan Ibu, jangan lagi ada yang melahirkan di rumah," urainya.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Padang Sarai, Nasrul menegaskan bahwa berbagai langkah strategis seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pemanfaatan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan demi menyiapkan anak-anak yang sehat dan cerdas menyongsong Generasi Emas 2045.
"Pemerintah dan nakes tidak akan pernah berhenti berinovasi, namun keberhasilan ini sangat bergantung pada kesadaran pola hidup sehat di tingkat keluarga. Mari kita dukung bersama program ini demi masa depan anak-anak kita," akunya.
Nasrul menekankan bahwa seluruh kebijakan dan program tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.
"Walaupun pihak kesehatan telah berkoar-koar menyampaikan berbagai penyuluhan, tapi jika ibu-ibu tidak memperhatikan pola hidup sehat di rumah dan lingkungan masing-masing, maka apa yang kita inginkan tentu tidak akan tercapai. Kuncinya adalah kesadaran bersama dan kerja sama," tegasnya. (*)
Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »