| Wali Kota Padang Fadly Amran melakukan pertemuan dengan Forum Bank Sampah Kota Padang. (Foto: Diskominfo). |
Fadly Amran mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat gerakan pemilahan sampah yang akan menjadi fokus Pemerintah Kota Padang pada 2026 hingga 2027 mendatang. Salah satu aspek yang masih rendah dalam penilaian sertifikasi kota bersih adalah budaya memilah sampah di tingkat rumah tangga.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh bank sampah atas kontribusi dan partisipasinya dalam mendukung gerakan pemilahan sampah. Berkat kontribusi tersebut, Kota Padang berhasil meraih peringkat ke-8 sebagai kota terbersih di Indonesia. Ke depan, kami mengharapkan kolaborasi dan sinergi yang semakin kuat dari seluruh bank sampah agar Kota Padang dapat meraih posisi pertama sebagai kota terbersih di Indonesia," katanya.
Fadly Amran menambahkan, Pemerintah Kota Padang akan semakin memasifkan kampanye gerakan memilah sampah agar seluruh masyarakat memahami pentingnya memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah. Pemerintah Kota Padang menargetkan pada 2027 seluruh rumah tangga maupun perusahaan telah menerapkan pemilahan sampah secara mandiri.
"Memasuki tahun 2027, kami akan lebih tegas. Rumah tangga maupun perusahaan wajib melakukan pemilahan sampah di tempat masing-masing. Ketentuan ini akan diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwako) yang mengatur berbagai bentuk sanksi, baik sanksi finansial maupun sanksi lainnya. Tujuannya agar seluruh masyarakat benar-benar berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Kota Padang," ujarnya.
Fadly Amran berharap forum bank sampah Kota Padang terus bersemangat menghadirkan berbagai program inovatif yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi salah satu ujung tombak dalam mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah.
"Kami akan memberikan becak motor (bentor) kepada 11 bank sampah terbaik dalam ajang Padang Rancak Award tahun ini. Sementara itu, untuk anggaran operasional akan kami kaji terlebih dahulu sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku," ungkainya.
Ketua FORSEPSI Pusat Mina Dewi Sukmawati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang atas berbagai program pengelolaan lingkungan yang telah dijalankan. Salah satunya adalah Program Padang Rancak Award yang dinilai mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.
Ketua ASOBSI Kota Padang Eka Waty mengusulkan agar pengembangan bank sampah tidak hanya dilakukan di tingkat RT dan RW, tetapi juga di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberadaan bank sampah di sekolah penting untuk mendukung pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami berharap Bank Sampah di Kota Padang mendapatkan anggaran dan kendaraan operasional dari Pemerintah Kota Padang, karena selama ini operasional Bank bergantung pada pada persentase hasil pernjualan sampah yang dinilai belum mencukupi," cakapnya. (*)
Editor: Zamri Yahya, SH. i, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »