Dinas Perikanan Padang Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Olahan Ikan di Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih

Dinas Perikanan Padang Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Olahan Ikan di Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih
Dinas Perikanan dan Pangan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026). (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah hasil perikanan sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan, mengatakan kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha pada sektor hilir, khususnya Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar). 

Menurutnya, pengolahan hasil perikanan menjadi penting karena dapat mengubah bahan baku ikan menjadi beragam produk yang lebih menarik bagi konsumen.

"Hari ini kita melaksanakan bimtek untuk kelompok nelayan yang dari sisi teknisnya adalah sisi hilir, yaitu kelompok pengolah dan pemasaran. Kita harapkan bahan baku berbasis ikan dapat dikonversi menjadi banyak varian," katanya. 

Ia menyebut, pengembangan produk olahan ikan juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan kampanye gemar makan ikan. 

Selain memiliki beragam pilihan olahan, konsumsi ikan dinilai penting untuk mendukung pola makan sehat, khususnya bagi tumbuh kembang anak.

Penguatan sektor hilir tersebut juga dinilai relevan dengan cita-cita Kota Padang menuju Gastronomy City. 

Sebagai kota pesisir, Padang memiliki potensi bahan baku perikanan yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner unggulan, sehingga tidak hanya mengandalkan kuliner yang telah dikenal luas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi terkait pengolahan makanan, tetapi juga aspek higienitas, sanitasi, serta cita rasa. 

Pengolahan ikan diarahkan agar menghasilkan produk yang lebih beragam, mulai dari makanan yang selama ini umum dikonsumsi hingga olahan dengan teknik dan penyajian yang lebih modern.

Danti menjelaskan, program peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang sepanjang 2026. 

"Sebagai kota pesisir, kita tentu tidak akan mengabaikan potensi bahan berbasis ikan untuk menjadikan kota kita, di samping rendang yang telah dikenal, juga bisa menawarkan hal lain yang berbasis ikan," ucapnya. 

Pada kesempatan kali ini, pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Nyon Elvis, mengatakan pemilihan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai lokasi kegiatan sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoperasionalkan kawasan yang telah selesai dibangun tersebut.

Menurut Nyon Elvis, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Sarai merupakan bagian dari program strategis nasional pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. 

Kota Padang menjadi salah satu daerah penerima program tersebut pada 2025, bersama 64 lokasi lainnya di Indonesia.

Karena pembangunan kawasan telah rampung, tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai berjalan. 

"Tujuannya untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan. Pelaku usaha perikanan itu terdiri dari KUB atau nelayan, kelompok pengolah dan pemasar, serta Pokdakan atau kelompok pembudidaya ikan," jelasnya. 

Salah satunya dengan mendorong pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan untuk memanfaatkan los ikan dan sentra kuliner yang telah disediakan.

Kegiatan peningkatan kapasitas itu diikuti 50 peserta. Selain memberikan keterampilan kepada pelaku usaha, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

"PR kita sekarang bagaimana Kampung Nelayan kita ini operasional. Kita juga mengupayakan sentra kuliner yang sudah dibangun untuk dioperasionalkan, sehingga pedagang yang menjual masakan berbahan baku ikan dapat berjualan di sini," terangnya. 

Nyon Elvis menegaskan, tujuan akhir dari pengembangan kawasan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor tersebut.

Dengan penguatan kapasitas dari hulu hingga hilir, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan permukiman dan fasilitas perikanan, tetapi juga tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis perikanan. 

Produk olahan ikan yang semakin beragam dan bernilai tambah diharapkan mampu membuka peluang usaha sekaligus memperkuat posisi Padang sebagai kota pesisir yang kaya potensi kuliner berbasis hasil laut.

"Tujuan akhirnya untuk kesejahteraan nelayan. Dengan adanya Kampung Nelayan ini, fasilitas yang lengkap dan dibekali dengan sumber daya manusia, kita berharap pengetahuan nelayan bertambah sehingga mereka mampu mandiri dan berinovasi," tutupnya. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »