| Ketua DPRD Kota Padang Muharlin memimpin Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke 357 Tahun. (Foto: Humas). |
Pada kesempatan itu, Muharlion didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Osman Ayub dan Jupri. Rapat paripurna itu dihadiri anggota DPRD Kota Padang dan Sekretaris DPRD Kota Padang, Hendrizal Azhar.
Hadir juga Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Pemprov Sumbar Adib Alfikri. Sementara itu dipihak Pemerintah Kota (Pemko) Padang hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan unsur Forkopimda.
| Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang. (Foto: Humas). |
Dikatakan Muharlion, Papat Paripurna DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Padang yang ke-357, merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
"Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, mari jadikan momentum hari jadi ini sebagai sebuah insprirasi dan motivasi, untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan daerah ini dengan karya dan prestasi serta kreatifitas yang tinggi demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan Kota Padang yang lebih baik," ajaknya.
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menyerahkan penghargaan ke Widya Navies. (Foto: Humas). |
Penyerbuan Loji Belanda
Muharlion menceritakan, hari jadi Kota Padang sejak 357 tahun yang lalu, diperingati atas terjadinya peristiwa heroik, masyarakat waktu itu membuktikan bahwa merekalah pribumi, tuan rumah dan pemilik sah negeri ini.
Peristiwa itu ditandai dengan penyerbuan, pembakaran loji-loji, gudang, dan benteng Belanda yang dilakukan dengan keberanian dan tekad yang kuat melawan penjajah.
Penyerbuan pertama dilakukan tanggal 7 Agustus tahun 1669 dimana pasukan berbangso taji dari Pauh, Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat melakukan penyerangan ke loji-loji Belanda, penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah Belanda, sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada tahun 1680.
"Momen penyerangan pertama tanggal 7 Agustus 1669 kemudian kita peringati sebagai Hari Jadi Kota padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini," urainya.
Transformasi Ekonomi
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, Hari Jadi Kota menjadi saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur, dan menyiapkan masa depan dengan berani.
"Kita tetap berpijak pada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan. Warisan terbesar yang ditinggalkan pendahulu kita bukanlah bangunan. Warisan terbesar mereka adalah semangat untuk terus bangkit," katanya.
| Sekdako Padang Raju Minrofa Chaniago bersama Forkopimda. (Foto: Humas). |
Ia menjelaskan, arah transformasi ekonomi ini berangkat dari RPJPD Kota Padang Tahun 2025–2045, yang menetapkan visi jangka panjang “Kota Padang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan Menuju Kota Jasa Terkemuka.” Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.
Menurutnya, pelaksanaannya diselaraskan dengan RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029 dan RPJMN Tahun 2025–2029 sebagai bagian dari tahapan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
| Para Kepala OPD dan unsur lainnya. (Fot: Humas). |
Memerlukan Sinergi
Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov, Adib Alfikri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu meyakini bahwa kemajuan Kota Padang adalah kemajuan Sumatera Barat.
Dikatakannya, ketika Kota Padang tumbuh menjadi kota yang modern, nyaman, religius dan berdaya saing, sesungguhnya yang dibangun bukan ibu kota provinsi. Akan tetapi juga marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat.
![]() |
| Muharlion menyerakan penghargaan ke Zulhardi Z Latif. (Foto: Humas). |
“Karena itu pula pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggungjawab Pemko Padang semata, tetapi pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruang tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ujarnya.
Hasil Hubungan Baik
Tokoh Masyarakat yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi melihat, cukup banyak langkah bernas yang dilakukan Wali Kota Padang. Bahkan kerjasama dengan luar negeri kini terus dijalin.
“Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang,” ungkainya.
![]() |
| Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi memberikan sambutan. (Foto: Humas). |
Denny juga menyinggung tentang kinerja Pemerintah Kota Padang yang telah membersihkan Batang Arau. Pembersihan ini tidak saja mengangkat sampah dan bangkai kapal di sungai tersebut, tetapi juga menata penduduk sekitar Batang Arau agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.
“Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality,” tutupnya.
Tomas Penerima Penghargaan
Pada HJK Padang ke 357 Tahun 2026 ini, sejumlah tokoh masyarakat menerima penghargaan dari Wali Kota Padang. Mereka adalah;
1. Syarifudin bidang Seni, Budaya dan Adat Istiadat;
2. Dr. (Can) Syamsul Akmal S. Ag, MM., bidang Keagamaan;
3. Yefri Heriani, S. Sos., M. Si., bidang Pemberdayaan Perempuan;
4.Zulhardi Z. Latif, S.H., M.M., bidang Sosial;
5. Prof. Dr. Ir. H. James Hellyward, MS., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., bidang Lingkungan Hidup;
6. Abdul Rahim, S. Sos., bidang Kemanusiaan;
7. Drs. H. Yusman Kasim, MM., bidang Kepemudaan dan Olahraga;
8. Ali Umar Nurta, CH. M., bidang Penggerak Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
9 Zainal Akil, S.Pd., bidang Pendidikan;
10. Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV., bidang Kesehatan;
11. Aiptu. Dafit Rico Dermawan bidang Kemasyarakatan;
12. Widya Navies bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi. (ADV)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »

