Samba Itam, Balota Palapah Pisang dan Randai Ilau: Tiga Warisan Asli Solok Kini Resmi Milik Bangsa - Gelar WBTb Nasional

Penjabat Sekretaris Daerah Masheri Yanda Boy
Penjabat Sekretaris Daerah Masheri Yanda Boy serta Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Marcos Sophan; diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM - Kabar membanggakan datang dari dunia kebudayaan Kabupaten Solok: tiga tradisi unggulan daerah—Samba Itam, Balota Palapah Pisang, dan Randai Ilau—resmi menerima sertifikat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) dari Kementerian Kebudayaan RI. Penyerahan berlangsung khidmat Jumat (28/8/2026) di Auditorium Kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang.

Diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Masheri Yanda Boy serta Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Marcos Sophan; diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah; atas nama seluruh pemangku adat dan masyarakat Kabupaten Solok.

Penyerahan sertifikat penetapan tiga budaya daerah masuk daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia tingkat nasional.

Mengukuhkan jati diri sekaligus melindungi agar nilai‑nilai luhur ini tetap terjaga, dikenal luas, terus diwariskan—bukan sekadar dicatat—serta menjadi modal pengembangan pariwisata dan identitas daerah.

Sertifikat resmi ini adalah tanda negara mengakui bahwa ketiga tradisi itu kaya makna, unik, dan milik bersama seluruh bangsa Indonesia. Kini tercatat:
🔹 Samba Itam — kesenian/tradisi khas yang hidup di tengah masyarakat
🔹 Balota Palapah Pisang — kekayaan budaya berupa pengetahuan & tradisi pangan/kearifan lokal
🔹 Randai Ilau — seni pertunjukan yang sarat pesan dan kebersamaan

Pengakuan ini bukan garis akhir, melainkan “titik awal yang lebih tinggi”: pemerintah daerah dan masyarakat wajib terus mengaktifkannya—mengajarkan anak‑anak, mementaskan, mempraktikkan—supaya tidak mati suri.

Selain menjaga warisan leluhur, gelar ini juga membuka peluang mempromosikan budaya ke luar daerah, menggerakkan kunjungan wisata, serta memberi manfaat ekonomi yang sehat bagi warga.

“Warisan ini harus tetap hidup, berdenyut, dan menjadi kebanggaan setiap hari, bukan sekadar tersimpan rapi di lemari,” demikian pesan tersirat dari keberhasilan ini.(80)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »