| Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy memimpin langsung proses evakuasi warga yang terdampak banjir di kawasan Parak Jambu. (Foto: adpsb). |
Di lokasi tersebut, ketinggian air telah mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu memaksa sebagian warga bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara sebagian lainnya nekat menerobos arus banjir untuk menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi.
Wagub bersama personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Prioritas utama diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Proses evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8/2026) dini hari. Warga yang berhasil dievakuasi kemudian diarahkan ke sebuah masjid yang dijadikan lokasi pengungsian sementara karena dinilai aman dari genangan banjir.
Vasko mengatakan, keterbatasan kapasitas perahu membuat proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Meski demikian, ia menegaskan keselamatan seluruh warga tetap menjadi prioritas utama.
“Yang terpenting adalah tidak ada warga yang tertinggal di lokasi berbahaya. Evakuasi kita lakukan bergantian karena kapasitas perahu terbatas. Setelah itu, kebutuhan dasar para pengungsi juga akan kita pastikan segera terpenuhi,” ujar Vasko di sela-sela proses evakuasi.
Ia juga memastikan Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh unsur relawan agar penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.
Sebelum turun ke lokasi bencana, Vasko telah berkoordinasi dengan pihak BMKG Minangkabau, guna memperoleh informasi mengenai penyebab hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumbar sejak Senin siang.
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem yang terjadi kali ini bukan disebabkan oleh siklon tropis seperti pada November tahun lalu. Hujan lebat dipicu oleh terbentuknya pola awan memanjang di sepanjang wilayah barat Pulau Sumatera yang diperkuat oleh fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi lebih masif.
BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan di sejumlah wilayah Sumbar.
Menyikapi kondisi tersebut, Vasko mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di kawasan rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan.
“Saya minta masyarakat waspada dengan kondisi cuaca beberapa hari ke depan. Jika air mulai naik atau ada tanda-tanda longsor, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ikuti arahan petugas. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG serta memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana tetap siaga untuk merespons setiap potensi keadaan darurat secara cepat. (adpsb/bud)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »