| Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan sejumlah program pembangunan Kota Padang saat menghadiri Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Diskominfo). |
Hadir mendengarkan paparan Wako, anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif, Plt. Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, Camat Pauh Yandry, penceramah Mak Katik Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, dan unsur Forkopimca Pauh, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Di hadapan masyarakat, Fadly menyampaikan perkembangan penanganan sejumlah sungai yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu. Menurutnya, proyek bernilai triliunan tersebut kini telah memasuki tahap tender dan ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir tahun ini.
“Kami berharap dukungan dari Bapak dan Ibu agar proyek ini dapat berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaannya nanti tentu akan ada aktivitas pembangunan yang mungkin mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, kami mohon dukungan dan pengertiannya," katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, Fadly juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya Kota Padang menuju Kota Gastronomi Dunia. Ia menyebut, kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat Kota Padang. Tahun ini Kota Padang berhasil menjadi kota nomor delapan terbersih se-Indonesia. Namun, capaian ini harus terus kita tingkatkan jika kita ingin mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia," cakapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly juga mengajak masyarakat memaknai peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Ia menekankan empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni amanah, tabligh, siddiq, dan fathanah, agar tidak hanya dipahami tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, yakni amanah, tabligh, siddiq, dan fathanah. Sifat-sifat tersebut hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat," ajaknya.
Sementara itu, penceramah Mak Katik Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto menyoroti peran penting niniak mamak dalam menjaga adat dan membimbing anak kemenakan. Menurutnya, keteladanan harus dimulai dari para pemangku adat dan orang tua. Sikap tersebut kemudian menjadi contoh yang akan diikuti oleh generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
“Niniak mamak harus menjadi contoh bagi anak kemenakan. Kalau niniak mamak menjaga agama, menjaga adat, dan memperlihatkan akhlak yang baik, insyaallah anak jo kamanakan akan mengikuti. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, itulah yang harus terus kita jaga dalam kehidupan," pungkasnya. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »