Wawako Magus Nasir Hadiri Seminar Rembuk Fiskal dalam Rangka PAD Anggota Komwil I APEKSI di Batam

Wawako Magus Nasir Hadiri Seminar Rembuk Fiskal dalam Rangka PAD Anggota Komwil I APEKSI di Batam
Kegiatan diikuti 24 wali kota anggota Komwil I APEKSI, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang juga Ketua Komwil I APEKSI. (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghadiri Seminar Rembuk Fiskal dalam rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anggota Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Harris Hotel & Suites Nagoya, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan diikuti 24 wali kota anggota Komwil I APEKSI, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang juga Ketua Komwil I APEKSI.

Forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi, sekaligus bertukar pengalaman serta praktik baik dalam menghadapi tantangan pengelolaan fiskal daerah.

Pembahasan mencakup optimalisasi PAD, investasi, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan sinergi antarpemerintah kota dengan dukungan pemanfaatan teknologi digital.

Dalam forum itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) antar pemerintah kota anggota APEKSI Komwil I. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka peluang penerapan dan pengembangan inovasi digital dalam pengelolaan pajak daerah melalui sistem yang terintegrasi. 

Maigus Nasir menilai pentingnya penguatan PAD melalui inovasi dan digitalisasi pengelolaan pajak. Menurutnya, penguatan fiskal daerah tidak cukup hanya mengejar peningkatan penerimaan, tetapi harus mampu memperbaiki tata kelola sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami Pemerintah Kota Padang terus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Yang paling penting, penguatan fiskal ini tidak hanya berhenti pada peningkatan penerimaan, tetapi harus bermuara pada pelayanan dan manfaat yang nyata bagi masyarakat," katanya.

Ditambahkan Maigus, kerja sama QRESTO menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk memperluas penerapan inovasi digital sekaligus berbagi pengalaman dengan pemerintah kota lainnya. 

Digitalisasi pengelolaan pendapatan harus diarahkan pada peningkatan efektivitas penerimaan sekaligus transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

"Penguatan fiskal harus diiringi peningkatan kompetensi tenaga kerja, diversifikasi ekonomi, dan pengembangan sektor bernilai tambah, termasuk data center. Peningkatan kapasitas fiskal tersebut harus bermuara pada program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan tenaga kerja, bantuan sosial, dan pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Sementara itu, Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan seminar tersebut merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I APEKSI di Kota Banda Aceh pada April 2026 yang menghasilkan Program Kerja Tahun 2026. Menurutnya, forum tersebut penting untuk memperkuat kerja sama antarpemerintah kota sekaligus mengoptimalkan potensi fiskal daerah melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik.

"Kami berterima kasih atas penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Duplikasi Aplikasi QRESTO sebagai tindak lanjut Kesepakatan Bersama 24 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI. QRESTO merupakan inovasi digital yang memisahkan omzet usaha dan kewajiban pajak sejak transaksi, memantau transaksi secara real-time, serta memastikan penerimaan pajak tercatat dan disetorkan ke RKUD pada hari yang sama," terangnya. (*)

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »