| Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi penyelenggaraan Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2026. (Foto: Diskominfo). |
Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif tersebut sejalan dengan salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota (Pemko) Padang, yaitu UMKM Naik Kelas.
Hal itu disampaikan Maigus Nasir saat menghadiri Closing Ceremony SCF 2026 di Grand Ballroom Pangeran Beach Hotel, Minggu (30/8/2026).
Hadir di kesempatan itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, Ketua BKOW Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko, Ketua Dekranasda Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, serta para istri unsur Forkopimda Kota Padang, serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Wahendra.
Maigus Nasir menilai SCF bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga mendorong UMKM berkembang melalui digitalisasi, perluasan pasar, akses pembiayaan, dan peningkatan kualitas produk.
“Melalui SCF, kita berharap UMKM Padang terus naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk. Terima kasih kepada BI Perwakilan Sumbar, ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi daerah," ujarnya.
Maigus juga menyoroti tingginya transaksi UMKM selama pelaksanaan festival.
Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional.
“Saya tidak membayangkan acara yang luar biasa ini, UMKM ternyata juga bisa meraup transaksi hingga miliaran rupiah. Mudah-mudahan ini terus berkembang dan berkelanjutan," katanya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyebut SCF tahun ini berlangsung selama 28-30 Agustus 2026 dengan diikuti 84 UMKM dan brand mitra. Produk yang ditampilkan mencakup wastra, fashion, gastronomi, kopi, kerajinan, hingga produk berbasis green creative.
"Hingga hari kedua, tercatat 2.576 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp2,002 miliar, terdiri atas penjualan offline Rp665 juta dan online Rp1,337 miliar. Selain pameran, BI juga memfasilitasi business matching ekspor yang mempertemukan 21 UMKM dengan buyer, aggregator, dan mitra usaha, dengan potensi transaksi Rp490 juta," cakapnya.
Mohamad Abdul Majid Ikram menambahkan, event ini juga menghadirkan forum terkait ekspor, digitalisasi dan QRIS, pemasaran, pembiayaan, ekonomi syariah, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap festival ini yang menjadi platform kolaborasi sekaligus membuka akses pasar bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Sumatera Barat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang sehingga UMKM Sumatera Barat semakin mampu menembus pasar nasional dan internasional," pungkasnya. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »