| Momentum penting itu ditandai dengan pelepasan 340 penerima beasiswa BPDPKS oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/9/2026). (Foto: Budi). |
Momentum penting itu ditandai dengan pelepasan 340 penerima beasiswa BPDPKS oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/9/2026). Mereka akan menempuh pendidikan di 42 perguruan tinggi yang tersebar di Solo, Bekasi, Bandung, Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya.
Di tengah harapan besar keluarga yang mengantar, Mahyeldi menyampaikan pesan yang tegas kepada para penerima beasiswa sawit 2026. Kesempatan yang tidak datang setiap saat itu harus dibayar dengan kesungguhan belajar dan tekad menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ikuti pendidikan dengan sebaik-baiknya demi meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Mahyeldi. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa beasiswa bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Besarnya peluang yang diberikan program ini terlihat dari proses penjaringan calon penerima. Sebanyak 625 calon mahasiswa asal Sumbar sebelumnya direkomendasikan melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Setelah melalui proses penetapan, 340 orang akhirnya mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui dana BPDPKS.
Bagi keluarga petani dan pekerja sawit, beasiswa kuliah tersebut menjadi pintu untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Para penerima mendapatkan dukungan pendidikan hingga menyelesaikan studi pada jenjang Diploma maupun Sarjana. Artinya, perjuangan mereka tidak berhenti pada keberangkatan, tetapi harus dilanjutkan sampai menyandang gelar pendidikan.
Mahyeldi juga menitipkan pesan khusus kepada para orang tua. Ia meminta keluarga tidak terlalu larut dalam kesedihan ketika melepas anak-anak mereka keluar daerah. Sebaliknya, doa, dukungan dan semangat orang tua dinilai penting agar para mahasiswa mampu fokus belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Untuk membakar semangat para penerima beasiswa mahasiswa Sumbar, Mahyeldi membagikan kisah perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia mengaku sebagai anak seorang buruh angkat di Pasar Bawah, Bukittinggi. Namun perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi bukan satu-satunya penentu masa depan seseorang ketika ada kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
Kini, 340 penerima Beasiswa SDMPKS 2026 memiliki kesempatan yang sama untuk menulis perjalanan mereka sendiri. Mahyeldi berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal hingga tamat dan menjadi sarjana. Program yang didanai BPDPKS bekerja sama dengan Kementerian Pertanian ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia berkualitas dari keluarga perkebunan kelapa sawit yang kelak mampu berkontribusi bagi keluarga, Sumbar dan sektor perkebunan nasional. (adpsb/Budi)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »