| Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (10/9/2026), dan dibuka oleh Bupati Pasaman Barat H. Yulianto melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Setia Bakti. (Foto: Diskominfo). |
Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (10/9/2026), dan dibuka oleh Bupati Pasaman Barat H. Yulianto melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Setia Bakti. Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Pasaman Barat Yosmar Difia, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Wendry Finisa, serta Kasat Intelkam Polres Pasaman Barat AKP Rahmad sebagai narasumber.
Kepala Kesbangpol Pasaman Barat, Yosmar Difia, mengatakan SIMPONI dirancang untuk memperkuat tata kelola penanganan konflik sosial dengan mengedepankan deteksi dini dan cegah dini. Sistem tersebut diharapkan membuat pemerintah dan seluruh unsur terkait mampu merespons potensi kerawanan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
“SIMPONI Kesbangpol merupakan inovasi dalam penguatan tata kelola penanganan konflik sosial di Kabupaten Pasaman Barat. Program ini dirancang untuk membangun sistem deteksi dini dan cegah dini yang lebih cepat, terintegrasi, kolaboratif, dan responsif,” ujar Yosmar kepada wartawan seusai kegiatan.
Menurut Yosmar, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada Kesbangpol. SIMPONI akan mendorong pertukaran informasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, kecamatan, pemerintah nagari, Ormas dan LSM, hingga tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda.
Setiap unsur masyarakat, lanjutnya, diharapkan menjadi bagian dari jejaring deteksi dini. Informasi mengenai potensi persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat dapat disampaikan lebih cepat sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum masalah semakin besar.
“Setiap pihak diharapkan dapat berperan sebagai bagian dari jejaring deteksi dini dalam membaca potensi kerawanan dan mencegah persoalan sosial berkembang menjadi konflik terbuka,” katanya.
Ormas dan LSM Diminta Tak Berjarak dengan Pemerintah
Yosmar menegaskan, peluncuran SIMPONI yang digelar bersamaan dengan kegiatan pemberdayaan Ormas bukan tanpa alasan. Menurutnya, Ormas dan LSM merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga persatuan, stabilitas, ketenteraman, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ormas dan LSM dinilai memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi, membangun komunikasi, memberikan edukasi, sekaligus membantu menyelesaikan persoalan secara dini dan damai.
“SIMPONI bukan hanya sebuah sistem, tetapi sebuah gerakan kolaborasi. Melalui SIMPONI, seluruh elemen kita satukan dalam semangat deteksi dini, cegah dini, dan respons cepat terhadap potensi konflik,” tegas Yosmar.
Ia berharap penerapan SIMPONI mampu mendukung terwujudnya kondisi Pasaman Barat yang aman, damai, harmonis dan kondusif.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Pasaman Barat, Setia Bakti, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kesbangpol yang telah menggagas kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi dengan Ormas dan LSM.
Mewakili pemerintah daerah dan Bupati Pasaman Barat, Setia Bakti mengajak seluruh Ormas dan LSM untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan daerah.
“Kami mengajak seluruh Ormas dan LSM untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Kita bukan berseberangan, tetapi harus tetap sejalan demi kemajuan Kabupaten Pasaman Barat yang kita banggakan,” ujar Setia Bakti.
Dengan diluncurkannya SIMPONI, Pemkab Pasaman Barat berharap mekanisme deteksi dini konflik sosial tidak berhenti pada sistem, tetapi benar-benar menjadi pola kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan stabilitas daerah. (*)
Pewarta: Rido
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »