Doa Nabi Zakaria AS dalam Surat Maryam Ayat 5: Teladan Pasrah dan Harapan Memiliki Keturunan

Surat Maryam ayat 5
Harapan dan ketulusan tersebut diabadikan secara indah dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Maryam ayat 5. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kisah para nabi dalam Al-Qur'an selalu menyimpan pelajaran hidup yang mendalam, terutama tentang keteguhan iman dan kesabaran saat menghadapi cobaan. 

Salah satu kisah yang paling menyentuh hati adalah keteladanan Nabi Zakaria AS ketika memanjatkan doa memohon keturunan kepada Allah SWT.

Harapan dan ketulusan tersebut diabadikan secara indah dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Maryam ayat 5. 

Dalam ayat ini, Nabi Zakaria AS mengungkapkan rasa kekhawatirannya akan penerus dakwahnya kelak, mengingat kondisinya yang sudah sepuh dan sang istri yang divonis mandul.

Syaikh As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kekhawatiran Nabi Zakaria AS bukanlah didasari atas harta benda atau urusan duniawi semata. 

Beliau merasa cemas terhadap keberlanjutan dakwah dan nilai-nilai kebaikan di tengah kaumnya apabila beliau wafat tanpa memiliki seorang anak yang mampu melanjutkan tugas mulia tersebut.

Secara medis dan akal manusia pada masa itu, harapan Nabi Zakaria AS untuk memiliki keturunan bisa dikatakan mustahil.

Namun, iman yang kokoh mengajarkan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Allah SWT selama seorang hamba terus berdoa dengan penuh ketulusan.

Ayat ini memberikan pelajaran berharga tentang konsep husnudzon atau berprasangka baik kepada Sang Pencipta. 

Meski menghadapi keterbatasan fisik dan usia yang makin lanjut, Nabi Zakaria AS tetap memanjatkan doa dengan lembut, santun, serta jauh dari kesan memaksa.

Sikap pantang menyerah Nabi Zakaria AS ini mengajarkan masyarakat modern untuk tidak pernah putus asa dari rahmat Allah SWT. 

Bagi siapa pun yang saat ini sedang diuji dengan belum hadirnya buah hati atau masalah kehidupan lainnya, teladan dari Nabi Zakaria AS ini menjadi penguat jiwa yang sangat berarti.

Buah dari kesabaran dan doa yang tak pernah putus itu akhirnya terwujud ketika Allah SWT mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan seorang putra bernama Nabi Yahya AS.

Kisah ini menjadi pengingat abadi bahwa keajaiban senantiasa hadir bagi mereka yang percaya dan mengantungkan segala harapannya hanya kepada-Nya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »