| Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mendesak pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Foto: Diskominfo). |
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mendesak pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Level III (Siaga).
Netty menegaskan, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak boleh hanya dipandang sebagai bencana alam dan ancaman keselamatan wilayah semata. Potensi sebaran abu vulkanik ke pemukiman penduduk memerlukan perhatian serius dari sudut pandang kesehatan masyarakat.
“Erupsi Anak Krakatau harus kita lihat sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan warga mendapatkan perlindungan yang memadai, terutama dari risiko paparan abu vulkanik,” tegas Netty, Senin (7/9).
Politisi PKS ini meminta Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah menyiagakan puskesmas, rumah sakit, serta tenaga medis di wilayah terdampak. Langkah antisipasi dini sangat krusial untuk menangani lonjakan kasus gangguan pernapasan (ISPA), iritasi mata, maupun masalah kesehatan lainnya.
Perhatian khusus juga perlu diarahkan kepada kelompok rentan—seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit pernapasan kronis. Selain membagikan masker secara masif, pemerintah diminta aktif mengedukasi warga terkait kualitas udara dan panduan beraktivitas secara jelas.
Di sisi lain, Netty menyoroti nasib para pekerja luar ruangan, seperti pengemudi ojek online, petugas kebersihan, hingga nelayan yang minim pilihan untuk berteduh. Perlindungan ekstra dan pengawasan sanitasi terhadap sumber air serta bahan makanan dari kontaminasi abu vulkanik juga wajib diperketat.
Guna memastikan penanganan berjalan terpadu, ia mendorong koordinasi lintas lembaga antara Kemenkes, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah. Sinergi data dan informasi yang padu sangat dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan petunjuk keselamatan yang utuh dan tidak simpang siur. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »