| Pengukuhan berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026), di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, beriringan dengan pelantikan pengurus DPC se-Sumatera Barat. (Foto: Diskominfo). |
Pengukuhan berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026), di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, beriringan dengan pelantikan pengurus DPC se-Sumatera Barat.
Kepengurusan lengkap DPC HKTI Kabupaten Solok terdiri dari Jon Firman Pandu sebagai Ketua, Nofri Perdana Ario sebagai Sekretaris, dan Joni Krisnopel sebagai Bendahara.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, S.I.P., ditetapkan sebagai Ketua DPD HKTI Sumatera Barat periode yang sama.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Harian DPN HKTI Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, M.S., Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, S.T., Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, serta jajaran pengurus dan tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Prof. Syakir menegaskan posisi strategis pertanian sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
“Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya swasembada, tetapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Ia mendorong HKTI menjadi katalisator kebijakan, sekaligus memperkuat hilirisasi produk, mekanisasi, dan menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Sumatera Barat terpilih Evi Yandri Rajo Budiman menyampaikan bahwa potensi pertanian Sumatera Barat sangat besar, namun masih berhadapan tantangan harga, sarana produksi, permodalan, hingga pemasaran.
Ia menekankan perubahan pola pikir: hasil tani tidak boleh lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya naiknya produksi, melainkan naiknya pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya. Ia berkomitmen membangun sinergi utuh dari hulu ke hilir, serta memprioritaskan regenerasi petani agar sektor ini tetap berkelanjutan.
Wakil Gubernur Vasco Ruseimy menyambut positif konsolidasi organisasi ini.
Ia berharap HKTI tidak sekadar bergerak seremonial, melainkan melahirkan program nyata dan berdampak jangka panjang.
“Bangun gerakan bersama, rangkul pakar, akademisi, dan pelaku usaha, agar produktivitas dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pesannya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, khususnya di bawah kepemimpinan Jon Firman Pandu, HKTI Kabupaten Solok diharapkan semakin kokoh bersinergi dengan pemerintah daerah.
Fokus utama tertuju pada penanganan pascabencana pertanian, penguatan nilai tambah produk, jaminan pasar, hingga pembibitan petani muda — demi terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani yang sesungguhnya.(80)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »