Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Pembentuk Karakter Anak

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Pembentuk Karakter Anak
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026). (Foto: Humas). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Mewujudkan sekolah ramah anak bukan sekadar menghadirkan lingkungan belajar yang fisik dan visualnya nyaman. 

Lebih jauh dari itu, institusi pendidikan diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang aman yang melindungi, mendidik, sekaligus membentuk karakter generasi muda agar tumbuh cerdas, berakhlak mulia, dan berkepercayaan diri tinggi.

Pesan bernas tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambutannya, Muhidi menekankan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan sinergi dan komitmen nyata dari berbagai pemangku kepentingan.

DPRD Sumbar sendiri siap mendukung penuh program ini lewat tiga fungsi utamanya, yaitu pembentukan peraturan daerah, penganggaran, hingga pengawasan secara berkala.

“Dengan tiga fungsi ini, DPRD siap memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan maksimal. Jika memang dibutuhkan regulasi baru atau penyempurnaan aturan yang sudah ada, tentu akan segera kita tindaklanjuti sesuai aspirasi dan masukan yang berkembang,” ujar Muhidi.

Muhidi juga mengingatkan bahwa anak merupakan investasi paling berharga bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, perhatian publik tidak boleh berhenti pada pencegahan kasus kekerasan semata, melainkan harus melompat pada strategi pemaksimalan potensi agar lahir sumber daya manusia yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Guna mencapai target besar tersebut, ia menggarisbawahi pentingnya penanaman benteng iman, tauhid, dan budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kombinasi antara kecerdasan intelektual, fondasi agama yang kokoh, serta kegemaran membaca akan menjadi bekal utama anak dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat, Herlin Srihendini, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum krusial untuk menyatukan persepsi. 

Mengingat sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah, upaya penghapusan perundungan dan kekerasan harus digarap secara kolaboratif.

Sementara itu, Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Sumbar, Karyono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai respons atas masih ditemukannya berbagai kasus perundungan dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. 

Melalui pendampingan ini, para tenaga pendidik diharapkan dapat mengenali persoalan anak secara akurat dan menciptakan ekosistem belajar yang suportif. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »