Melalui Duta Filateli Anak, Menggalak Filateli di Tingkat Pelajar SD Hingga SMA

Melalui Duta Filateli Anak, Menggalak Filateli di Tingkat Pelajar SD Hingga SMA
Sebagaimana disampaikan Wakil Duta Filateli Anak Provinsi Sumatera Selatan Dian Putri Azizah, pelajar kelas 6 SDIT Al-Furqon Palembang, walaupun sekarang era digital, berkomunikasi dengan mudah, tapi tidak melupakan prangko. (Foto: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Seiring dengan perkembangan teknologi digital, penyampaikan pesan dan komunikasi antar personal yang berada di wilayah berbeda juga mengalami perubahan dratis. 

Dulu, orang menyampaikan pesan dan berkomunikasi dengan surat menyurat. 

Surat tersebut dikirimkan melalui jasa pos, baik berupa surat, kartu pos maupun warkat pos dan wesel pos untuk pengiriman  uang. 

Biaya pengirimannya ditandai dengan prangko yang ditempelkan di halaman depan amplop surat, kartu pos dan warkat pos.

Sekarang, di era digital, pengiriman pesan dan komunikasi antar personal sudah langsung melalui whatsapp,  chattingan,  berkomunikasi atau berbincang-bincang secara santai dan langsung jarak jauh menggunakan jaringan internet, maupun bicara langsung melalui hape.

Penyampaian pesan tidak lagi menggunakan jasa pos, sekaligus penggunaan prangko juga semakin tidak dikenal. 

Bahkan di kantor pos sendiri, juga sulit ditemukan prangko, karena pengiriman surat dan paket (barang) tidak lagi menggunakan prangko, langsung dibayar tunai berupa uang. 

Di sisi lain, hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos terus digalakkan kepada generasi milenial dan Gen Z. 

Organisasi Perkumpulan Penggerak Filatelis Indonesia (PFI) terus melakukan berbagai upaya memperkenalkan filateli kepada generasi milenial dan Gen Z, salah satunya melalui Duta Filateli Anak yang melibatkan anak-anak tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA. 

Para pelajar tersebut mulai merasakan manfaatkan dari kegiatan filateli, hobi mengumpulkan prangko.

Tentu sebagai pelajar, manfaat yang diutamakan adalah mendapatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan.

Sebagaimana disampaikan Wakil Duta Filateli Anak Provinsi Sumatera Selatan Dian Putri Azizah, pelajar kelas 6 SDIT Al-Furqon Palembang, walaupun sekarang era digital, berkomunikasi dengan mudah, tapi tidak melupakan prangko. 

“Prangko merupakan benda unik yang banyak menyimpan peristiwa sejarah,” tutur Dian yang mulai mengumpulkan prangko sejak kelas 3 SD. 

Dian mengaku, tertarik dengan prangko saat  ulang tahun diberikan hadiah prangko oleh Mamanya. 

Waktu itu hanya sekedar mengumpulkan prangko. Saat duduk  di  kelas 5, diajak ikut kegiatan filateli. 

“Ternyata berhasil meraih juara dua. Tentu bangga sekali. Sehingga terpilih menjadi Wakil Duta Filateli Anak Provinsi Sumatera Selatan,” kata Dian dengan bangga, saat ditemui di Sriwijaya Philately Exhibition (Sriwijaya PHEC) 2026, Kamis (10/9/2026), di Atrium Baru, Palembang Square (PS) Mall Palembang. 

Hal senada juga diakui Duta Filateli Anak Ahmad Alif Raffansyah pelajar kelas 9 SMP 1 Palembang.  Affan panggilan akrabnya menuturkan, ketika duduk di kelas 8 mulai menyenangi prangko.

Karena ibunya juga memiliki koleksi prangko. Affan banyak mendapatkan prangko dari  Bandung dengan harga relatif murah.  

Cukup banyak satu prangko yang harganya cuma seribu rupiah. Nah, itu kesempatan untuk melengkapi koleksi prangko.

“Dari prangko dan filateli, banyak dapat ilmu pengetahuan. Baik sejarah, budaya, seni tari, dan tokoh-tokoh yang pernah diterbitkan prangkonya,” tutur Affan. 

Duta Filateli Favorit Provinsi Sumatera Selatan Aqilah Lioni Khaliqah Putri, pelajar  kelas XI
SMA Negeri 17 Palembang menceritakan proses dirinya terpilih Duta Filateli Favorit.

Beberapa tahapan yang dilaluinya mulai dari mengikuti wawancara, tes tertulis filateli dan pidato selamat tiga hari utama. Alhamdulillah terpilih sebagai Duta Filateli Favorit.

“Saya mulai menyenangi filateli ini karena  saudara ibu (tante) punya koleksi prangko. Ternyata ketularan juga menyenangi prangko dan filateli,” ujar Lioni.

Salah satu manfaat mengumpulkan prangko, ya mendapatkan ilmu pengetahuan dari prangko tersebut.  

Seperti prangko Penanda Kota Palembang atau Seri Artefak dan Bangunan Bersejarah yang diterbitkan  pada tanggal 15 Juni 2026. 

Prangko itu diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang yang ke-1.343. 

Prangkonya bergambar  artefak dan bangunan sejarah Kota Palembang, gambar prasasti kedukan bukit abad ke 8. 

“Dari prangko itu kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan sejarah tentang Kota Palembang. Itu salah satu contoh saja. Yang lain tentu banyak lagi,” sebut Lion.

Wakil Sekretaris PD PFI Sumatera Selatan Eko B Prasetyo menyebutkan, Duta Filateli dipilih dari siswa SD, SMP dan SMA.

Nantinya mereka yang memyampaikan filateli ke siswa sesuai usianya. 

Mereka lebih mudah menerima filateli dari rekan seusianya. Yang senior-senior hanya mendorong saja.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat  Perkumpulan Penggerak Filatelis Indonesia (PP PFI) Drs. Mahpudi, MT yang ditemui di sela-sela Sriwijaya Philately Exhibition (Sriwijaya PHEC) 2026, Kamis (10/9/2026), di Atrium Baru, Palembang Square (PS) Mall
Palembang, menyebutkan, Duta Filateli Anak ini pertama dibentuk di Indonesia. 

Provinsi Sumatera Selatan berhasil membentuk Duta Filateli Anak, agar memudahkan dalam mengembangkan dan mengajak pelajar SD, SMP dan SMA dalam kegiatan filateli. 

“Duta Filateli Anak terbukti lebih mudah mengajak siswa untuk  menyenangi hobi filateli di era digital ini. PD PFI Sumatera Selatan berhasil melibatkan banyak sekali pelajar bergabung dan mulai mengenal filateli,” kata Mahpudi menambahkan.  (armaidi tanjung)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »