| Di atas panggung sesi Think + yang dipandu penuh kehangatan oleh moderator Yuliandre Darwis, Wali Kota Padang Fadly Amran tampil memikat. (Foto: Tommy). |
Di atas panggung sesi Think + yang dipandu penuh kehangatan oleh moderator Yuliandre Darwis, Wali Kota Padang Fadly Amran tampil memikat. Ia tidak sekadar membawa deretan amanat birokratif, melainkan sebuah refleksi perjalanan hidup dan kepemimpinan yang langsung menyentuh denyut nadi para pembaca muda.
Kehadiran sosok-sosok penting—seperti Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Direktur Garuda TV Fahmi M. Anwari, hingga Rektor Unand Efa Yonnedi—semakin menegaskan betapa strategisnya momentum ini dalam menjembatani ide antar-generasi.
Fadly Amran mengawali kisahnya dengan bernostalgia pada masa-masa ia menempa diri di dunia organisasi sejak usia muda. Jejak langkahnya terbentang luas, mulai dari Junior Chamber International (JCI), KNPI Kota Padang dan Sumatera Barat, hingga HIPMI dan KADIN.
Bagi Fadly, ruang organisasi bukanlah sekadar tempat berkumpul, melainkan kawah candradimuka yang membentuk kedewasaan serta cara pandang seseorang terhadap dunia di sekitarnya.
“Organisasi itu mendewasakan, dan saya pun juga bisa meng-influence anak-anak muda di sekitar saya untuk bekerja dengan hati, dengan sejujurnya, dan menjadi pemimpin-pemimpin yang dapat memberikan manfaat,” tutur Fadly di hadapan riuh tepuk tangan mahasiswa.
Proses panjang itu pula yang menggembleng jalannya hingga dipercaya memimpin Kota Padang Panjang, hingga kini mengemban amanah sebagai Wali Kota Padang. Menurutnya, fondasi terpenting seorang pemimpin adalah keteguhan prinsip serta keberanian mengambil keputusan yang benar.
Semangat itulah yang kini ia tuangkan ke dalam tata kelola Pemerintahan Kota Padang melalui Program Unggulan Padang Amanah. Kepercayaan masyarakat, baginya, adalah bahan bakar utama untuk memastikan setiap lini pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Pemerintahan itu harus dijalankan dengan amanah, dengan ketulusan. Kita juga harus berani menyampaikan yang benar dan mau mendengar, mau hadir di tengah masyarakat,” tegasnya penuh keyakinan.
Menatap wajah-wajah optimistis ribuan mahasiswa Unand, Fadly menyampaikan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman tak lagi cukup dihadapi hanya dengan deretan nilai akademis di atas kertas.
“Yang kita inginkan hari ini adalah anak-anak muda yang bukan hanya pintar, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap sesama, serta tahu bahwa bangsa ini sedang membutuhkan mereka,” tambahnya.
Tak berhenti pada dorongan karakter, Fadly juga melempar gagasan besar untuk masa depan ekonomi kota: mendorong Padang masuk ke dalam jejaring Kota Gastronomi UNESCO. Potensi kuliner Padang yang melegenda dinilainya mampu menjadi motor penggerak pariwisata sekaligus mengangkat derajat UMKM lokal.
“Kita berharap pengembangan gastronomi mampu mendorong UMKM naik kelas, sekaligus meningkatkan standar dan kualitas destinasi maupun usaha kuliner di Kota Padang, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan,” pungkas Fadly optimistis, menutup perbincangan yang meninggalkan jejak inspirasi mendalam bagi calon-calon pemimpin masa depan di Unand. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »