| Fadly Amran didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, sejumlah kepala OPD teknis, hingga Direktur Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal. (Foto: Tommy). |
Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, sejumlah kepala OPD teknis, hingga Direktur Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal. Fokus utamanya satu: mempercepat dukungan pemerintah pusat untuk infrastruktur dasar Kota Padang.
Topik bahasan bergulir hangat di sekitar percepatan penanganan krisis air bersih, pengolahan sampah modern, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana hidrometeorologi. Momentum ini dimanfaatkan Pemko Padang untuk mengunci keberlanjutan alokasi anggaran pusat demi pemulihan layanan publik.
Persoalan air bersih menjadi perhatian tajam Wali Kota.
Fadly menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Universitas Andalas (Unand) dalam pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah menemukan titik terang. Ia mendorong agar proyek ini segera menjangkau sambungan rumah, khususnya sebagai solusi permanen bagi daerah rawan kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
“Kerja sama dengan Unand sudah menemukan titik terang. Kita berharap ini berlanjut menjadi SPAM emergency dan SPAM untuk masyarakat terdampak kekeringan, sehingga persoalan air bersih dapat ditangani secara berkelanjutan,” ujar Fadly Amran.
Tak hanya SPAM Unand, nasib SPAM Gunung Pangilun juga diuji akibat keterbatasan lahan. Dari kebutuhan ideal sekitar 13.000 meter persegi, lahan yang tersedia saat ini baru 8.175 meter persegi. Namun, Fadly menegaskan bahwa kendala teknis tak boleh menghentikan pemenuhan kebutuhan vital warga.
“Kondisi air bersih kita sedang darurat, sehingga pembangunan SPAM Gunung Pangilun harus tetap berjalan. Kami berharap anggaran pemerintah pusat untuk proyek ini dapat diperjuangkan agar tetap dialokasikan untuk Kota Padang,” tegas Fadly.
Selain air, persoalan sampah juga menjadi prioritas. Fadly mendorong percepatan pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berteknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Padang memiliki industri semen yang siap menyerap hasil olahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.
“Kita ingin sampah dipilah sejak dari rumah tangga, sehingga yang sampai ke TPA pun masih bisa dimanfaatkan menjadi briket dan bahan bakar alternatif,” tambah Fadly optimistis.
Sinyal positif pun datang dari BPBPK Sumbar. Maria Doeni Isa menyambut baik usulan Pemko Padang dan siap mengawal perencanaan teknis ke tingkat pusat. Untuk proyek SPAM Unand, pihak balai menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga sambungan rumah rampung pada awal Januari 2027, dilanjutkan proses lelang Maret 2027, serta masa konstruksi sepanjang 2027-2028.
Terkait SPAM Gunung Pangilun yang didukung pagu indikatif sekitar Rp400 miliar, BPBPK Sumbar akan segera menguji kelayakan teknis lahan seluas 8.175 meter persegi agar pembangunan dapat dioptimalkan. Sementara untuk TPST/RDF, peninjauan ulang DED akan disesuaikan dengan titik lokasi lahan yang disepakati.
Mengenai rehabilitasi pascabencana banjir, Maria mengingatkan pentingnya ketepatan pendataan infrastruktur dasar permukiman mengingat tenggat pembaruan Rencana Action Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) yang amat ketat.
“Seluruh kebutuhan harus teridentifikasi sebelum lelang agar tidak ada penanganan yang terlewat, mengingat pembaruan R3P dibatasi hingga 17 September,” kunci Maria, menutup ruang diskusi yang memberi angin segar bagi pemulihan dan modernisasi infrastruktur Kota Padang. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »