| Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar), Toton Rasyid, beserta jajaran. (Foto: Diskominfo). |
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dan kolaborasi dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kota Padang.
Toton Rasyid mengatakan, kunjungan ini dalam rangka memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, khususnya dalam pencegahan narkoba dari tingkat hulu. Salah satu langkah yang disepakati ialah penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) di lingkungan pendidikan yang ditargetkan mulai diterapkan tahun ini di Kota Padang.
“Terima kasih kepada Pak Wali atas dukungannya terhadap integrasi kurikulum anti narkotika di tingkat SD dan SMP se-Kota Padang. Kita akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menindaklanjuti rencana tersebut," katanya.
Terkait perkembangan kasus penyalahgunaan narkoba, Toton menegaskan Sumatera Barat, termasuk Kota Padang masih belum menunjukkan penurunan yang berarti. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peningkatan kewaspadaan serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan narkoba.
“Kita tidak mungkin selalu mengandalkan aparat karena keterbatasan personel. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam isu narkoba harus terus ditumbuhkan, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan peran unsur adat," ujarnya.
Lebih lanjut, Toton mengungkapkan hasil survei prevalensi 2019 yang mencatat angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat mencapai 1,1 persen atau sekitar 63 ribu orang dari total 5,4 juta penduduk. Sementara itu, kapasitas rehabilitasi yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 500 orang per tahun.
“Artinya, masih ada kesenjangan yang cukup besar antara jumlah masyarakat yang membutuhkan pemulihan dan kapasitas rehabilitasi yang tersedia. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas," urainya.
Sementara itu, Fadly Amran menegaskan program IKAN dari BNNP Sumbar dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) sebagai bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau, serta melalui muatan lokal di tingkat SD dan SMP.
“Kita siap mendukung program ini, termasuk Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas BNNP untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan dan pergaulan siswa," katanya.
Juga hadir di kesempatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tarmizi Ismail, Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »