| Seminar bertajuk “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Literat” ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital. (Foto: Fadhli). |
Kegiatan tersebut menghadirkan Duta Baca Indonesia periode 2021–2026, Gol A Gong, yang dikenal sebagai novelis produktif dengan lebih dari 200 buku. Kehadirannya memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali inspirasi tentang pentingnya membaca, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Seminar ini digagas Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat (FPL Pasbar) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan tersebut juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Bunda Literasi, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua FPL Pasbar Denni Meilizon selaku ketua panitia, jajaran pemerintah daerah, unsur pendidikan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta para guru, pelajar, mahasiswa, dan komunitas literasi.
Suasana acara diawali dengan pertunjukan Tari Pasambahan oleh siswa SD Negeri 07 Pasaman. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan deta, penutup kepala khas Minangkabau, oleh Bupati Yulianto kepada Gol A Gong sebagai bentuk penghormatan kepada tamu sekaligus penyambutan bernuansa budaya lokal.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Bupati Yulianto membeli lima buku karya Gol A Gong berjudul Raket, Pena, dan Petualangan. Tindakan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap karya penulis sekaligus contoh bahwa gerakan literasi dapat dimulai melalui langkah sederhana.
Tidak berhenti pada pembelian pribadi, Yulianto juga mengajak para tamu undangan dan peserta seminar untuk membeli buku karya Gol A Gong. Ajakan itu mendapat sambutan antusias hingga peserta mengantre untuk mendapatkan buku, menciptakan suasana yang memperlihatkan besarnya perhatian terhadap kegiatan literasi.
Buku-buku yang dibeli Bupati kemudian diserahkan kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat. Dengan demikian, koleksi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat melalui Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, bukan hanya menjadi koleksi pribadi.
Dalam sambutannya, Yulianto menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada jalan, gedung, dan infrastruktur fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan penguatan budaya literasi merupakan investasi penting bagi masa depan Pasaman Barat.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik dunia menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, serta membangun karakter yang kuat. Literasi, katanya, membantu anak-anak memahami informasi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan.
“Dalam situasi dunia saat ini dengan berbagai dinamika geopolitik, Indonesia membutuhkan anak-anak hebat yang mampu mengawal masa depan bangsa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan literasi,” ujar Yulianto.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada para guru yang berperan penting dalam membentuk generasi masa depan. Ia menilai guru bukan hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga membimbing anak-anak mengembangkan karakter, minat, bakat, dan kreativitas agar tumbuh menjadi pribadi yang produktif.
Sementara itu, Bunda Literasi Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, mengajak pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan buku, tetapi juga oleh tumbuhnya kemauan membaca dan menulis di tengah masyarakat.
Sifrowati menilai kehadiran Gol A Gong menjadi sumber inspirasi bagi guru, pelajar, dan pegiat literasi. Pengalamannya sebagai penulis menunjukkan bahwa konsistensi membaca dan menulis dapat membuka kesempatan untuk memperluas wawasan, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya yang menjangkau pembaca lebih luas. Kegiatan ini turut disemarakkan dengan pembagian doorprize berupa buku bacaan.
Bagi FPL Pasbar dan PGRI Kabupaten Pasaman Barat, seminar ini diharapkan menjadi awal penguatan gerakan literasi yang berkelanjutan. Dari Balerong Anak Nagari, semangat “Seribu Guru Hebat, Sejuta Murid Literat” membawa pesan bahwa budaya membaca dan menulis perlu dibangun melalui keteladanan pemimpin, dedikasi guru, dukungan keluarga, serta partisipasi masyarakat demi melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (*)
Laporan: Muhammad Fadhli
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »