| Bertanding di Stadion Utama Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026), skuad berjuluk Kota Randang itu menunjukkan mental juara setelah bangkit dari ketertinggalan dan memastikan kemenangan dramatis. (Fotdok: Hermiko). |
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Payakumbuh sempat dibuat tertekan ketika Sawahlunto mencuri gol lebih dahulu pada menit ke-32 melalui serangan balik cepat. Kesalahan penguasaan bola di lini tengah membuat pertahanan Payakumbuh harus menghadapi situasi berbahaya, yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk unggul 1-0.
Tertinggal lebih dahulu tak membuat pasukan asuhan Zulka Hendra kehilangan arah. Payakumbuh justru meningkatkan intensitas serangan dengan mengandalkan pergerakan lini tengah dan kedua sayap. Berbagai peluang tercipta, tetapi rapatnya pertahanan Sawahlunto dan penampilan apik penjaga gawang lawan membuat Payakumbuh belum mampu menyamakan kedudukan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Payakumbuh tampil lebih agresif. Gol Nabil pada menit ke-64 sempat memberikan harapan, tetapi dianulir wasit karena offside. Keputusan tersebut tak menghentikan tekanan yang terus dilancarkan skuad Kota Randang demi mengejar ketertinggalan.
Perjuangan Payakumbuh akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73. Berawal dari rangkaian serangan melalui sisi lapangan, bola diarahkan ke area berbahaya di depan gawang Sawahlunto. Agiv yang mendapatkan peluang langsung melepaskan tendangan keras dan merobek jala lawan. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa kedua tim melanjutkan pertandingan ke babak extra time.
Drama semakin memuncak pada perpanjangan waktu. Kedua kesebelasan berjuang di tengah stamina yang terkuras dan tekanan pertandingan final. Momen penentu datang pada menit ke-112 ketika Payakumbuh memperoleh tendangan bebas setelah pemain Sawahlunto melakukan pelanggaran di sisi kanan luar kotak penalti. Lintar, pemain bernomor punggung 19, mengambil eksekusi dan mengirimkan bola ke depan gawang lawan.
Bola tendangan bebas tersebut memicu kemelut setelah penjaga gawang Sawahlunto gagal mengamankan tangkapan dengan sempurna. Nabil yang berada di dekat kiper bergerak cepat menyambar bola liar menggunakan paha hingga masuk ke gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 2-1 untuk Payakumbuh sekaligus menjadi penentu kemenangan dalam laga final yang berlangsung penuh ketegangan.
Pelatih Kepala Payakumbuh, Zulka Hendra, mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal. Ia menilai respons tim setelah kebobolan menjadi faktor penting dalam menjaga peluang hingga akhir pertandingan. Menurutnya, gol Agiv merupakan buah dari tekanan yang terus dibangun, sedangkan gol Nabil memastikan perjuangan panjang tim berakhir dengan medali emas.
Kebanggaan juga disampaikan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, yang hadir menyaksikan pertandingan dari tribun VVIP. Mewakili Wali Kota Payakumbuh, ia mengapresiasi mentalitas dan perjuangan para pemain yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Setelah pertandingan, Rida turut mengikuti prosesi pengalungan medali kepada para atlet. Hasil ini mengukuhkan Payakumbuh sebagai peraih medali emas sepak bola Porprov XVI Sumbar 2026, sementara Sawahlunto memperoleh perak dan Kabupaten Tanah Datar meraih perunggu.
Kemenangan dramatis ini menjadi catatan penting bagi sepak bola Payakumbuh sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kota Randang. Perjalanan dari tertinggal 0-1 hingga menang 2-1 melalui extra time memperlihatkan bahwa perjuangan hingga peluit akhir dapat menjadi pembeda dalam pertandingan besar. Dengan raihan emas tersebut, skuad asuhan Zulka Hendra menutup persaingan sepak bola Porprov XVI Sumbar 2026 dengan hasil tertinggi. (HM)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »