| Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Mahdianur mengatakan sejak tahun 2025, Pemprov Sumbar telah menetapkan 13 nagari sebagai lokus pengembangan program NCH. (Fotdok: Budi). |
Capaian tersebut dirasakan Vera (45), pelaku usaha kriya fashion dengan merek dagang Citra Batik Dharmasraya. Ia mengaku mendapatkan hasil penjualan tersebut saat memasarkan produknya melalui akun TikTok NCH Sungai Duo dalam waktu yang relatif singkat.
“Saya baru live sekitar satu jam menggunakan akun TikTok NCH Sungai Duo. Alhamdulillah, hasilnya langsung terasa. Omzet yang saya dapat sudah mencapai Rp950 ribu,” ungkap Vera di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (30/10/2026).
Menurut Vera, kehadiran NCH menjadi peluang sekaligus solusi bagi pelaku UMKM lokal yang belum terbiasa memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk. Melalui program tersebut, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan fasilitas pemasaran, tetapi juga pendampingan dari satuan tugas NCH bersama perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).
Ia mengaku bersyukur karena manfaat program tersebut sudah dapat dirasakan, bahkan sebelum peluncuran resmi yang dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, pada Jumat malam (30/10).
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Mahdianur mengatakan sejak tahun 2025, Pemprov Sumbar telah menetapkan 13 nagari sebagai lokus pengembangan program NCH. Nagari Sungai Duo menjadi salah satu lokasi yang dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya, NCH Sungai Duo saat ini telah membina sembilan UMKM lokal yang bergerak di bidang kriya fashion dan kuliner. Para pelaku usaha tersebut difasilitasi untuk memasarkan produknya melalui transaksi langsung maupun secara daring melalui akun TikTok @nchlapaunagari.sungaiduo.
“Melalui NCH, kita ingin membantu UMKM lokal memperluas jangkauan pemasaran. Mereka tidak hanya mengandalkan transaksi secara langsung, tetapi juga didorong untuk memanfaatkan platform digital agar produknya dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Mahdianur.
Selain pengembangan pemasaran digital, NCH Sungai Duo juga dirancang menjadi ruang aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat. Setiap Sabtu malam, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pergelaran budaya dan pertunjukan seni yang sekaligus dapat menarik kunjungan masyarakat.
Para pelaku UMKM juga akan difasilitasi untuk melakukan siaran langsung melalui berbagai platform digital guna memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas secara digital.
Melalui pengembangan NCH, Pemprov Sumbar berharap UMKM nagari semakin mampu memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, produk-produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan nagari, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional. (adpsb/bud)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »