| Brigjen TNI Jonny mengawali perjalanan sebagai perwira melalui Sekolah Pertama Perwira Prajurit Karier ABRI Angkatan IV 1996/1997 di Akademi Militer Magelang. (Foto: Ist). |
Lahir di Garut, 13 April 1970, Brigjen TNI Jonny mengawali perjalanan sebagai perwira melalui Sekolah Pertama Perwira Prajurit Karier ABRI Angkatan IV 1996/1997 di Akademi Militer Magelang. Ia tercatat sebagai lulusan dengan prestasi terbaik sebelum menjalankan tugas sebagai dokter batalyon di lingkungan Kostrad.
Pengabdian lapangannya dimulai di Yonif 515/9/2 Kostrad Tanggul, Jember, pada 1997–2001, kemudian berlanjut sebagai dokter Yonif 514/9/2 Kostrad Bondowoso hingga 2003. Ia juga pernah terlibat dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Papua dan pengamanan objek vital nasional di Papua.
Di tengah tugas militer, perjalanan akademik Brigjen TNI Jonny terus berkembang. Setelah menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Padjadjaran, ia mendalami Ilmu Penyakit Dalam dan menjadi konsultan Ginjal Hipertensi. Ia juga meraih Magister Kesehatan, Magister Manajemen, serta gelar doktor di bidang kedokteran dan hukum.
Pengabdian di RSPAD Gatot Soebroto menjadi bagian penting dari kariernya. Brigjen TNI Jonny pernah dipercaya sebagai dokter konsultan Ginjal Hipertensi, Kepala Sub SMF Ginjal Hipertensi, Kepala Departemen Penyakit Dalam hingga Direktur Pengembangan dan Riset. Sejak 15 Agustus 2025, ia dipercaya menjabat Ketua Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto.
Jejaknya juga terlihat di dunia pendidikan pertahanan. Brigjen TNI Jonny pernah menjadi Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan, dan sejak 2024 aktif sebagai dosen Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia.
Bukan hanya pelayanan kesehatan, penelitian menjadi bagian dari kiprahnya. Bidang yang ditekuni mencakup penyakit ginjal, dialisis, hipertensi, terapi sel, imunoterapi hingga pendekatan regeneratif. Berdasarkan CV yang tersedia, tercatat 52 publikasi ilmiah serta 13 penelitian klinis atau ilmiah yang melibatkan dirinya.
Pengalaman internasional turut melengkapi perjalanan tersebut. Pada 2024, Brigjen TNI Jonny mengikuti Medical Strategic Leadership Program di US Army Medical Center of Excellence, San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Atas pengabdiannya, ia juga menerima sejumlah tanda kehormatan, di antaranya Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Bintang Yudha Dharma Nararya.
Perjalanan Brigjen TNI Jonny memperlihatkan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya berlangsung di medan tugas. Melalui TNI AD, RSPAD Gatot Soebroto, Universitas Pertahanan dan dunia penelitian kedokteran, ia mengembangkan peran sebagai dokter, akademisi dan perwira. Dari medan operasi hingga ruang perawatan dan laboratorium, pengabdian tersebut bertemu pada satu tujuan: memberikan manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »