| Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). (Foto: Aditya). |
Pesan tegas itu disampaikan Yassierli saat Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). Ia menekankan bahwa pelatihan vokasi harus menghasilkan kemampuan praktis yang bisa diterapkan, bukan berhenti pada dokumen kelulusan.
Menurut Yassierli, peserta harus menjadikan kesempatan pelatihan sebagai jalan untuk meningkatkan daya saing di tengah kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Kompetensi yang dikuasai harus mampu menjawab tantangan pekerjaan sesuai bidang masing-masing.
"Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua," kata Yassierli. Pesan tersebut menjadi dorongan agar peserta serius mengikuti setiap tahapan pelatihan dan memaksimalkan kesempatan belajar yang tersedia.
Yassierli meminta peserta aktif berinteraksi dengan instruktur, memahami standar kerja, serta terbuka terhadap koreksi. Materi yang diberikan tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus dipraktikkan hingga peserta benar-benar mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kompetensi yang dipelajari.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan keberanian mencoba hal baru dan kemauan untuk terus belajar. Peserta tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, sebab kritik dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memperbaiki kemampuan sekaligus membangun sikap profesional.
"Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan," ujar Yassierli. Menurutnya, sikap tersebut menjadi modal penting bagi peserta untuk menghadapi persaingan kerja dan menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan.
Lebih jauh, Yassierli mengingatkan bahwa perjalanan karier tidak berhenti ketika seseorang mendapatkan pekerjaan pertama. Pengalaman, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi perlu terus dikembangkan agar peserta memiliki peluang untuk maju, memperluas pilihan karier, maupun merintis usaha sendiri.
Karena itu, peserta PVN Batch V diminta membangun portofolio yang memperlihatkan hasil kerja dan kemampuan nyata, memperluas jejaring profesional, serta menjaga reputasi melalui kualitas pekerjaan. Keterampilan yang diperoleh juga bisa menjadi modal membuka usaha, misalnya bengkel sesuai bidang kompetensi. Pesannya jelas: 14.688 peserta harus menjadikan pelatihan sebagai titik awal untuk membangun masa depan, bukan sekadar mendapatkan sertifikat. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »