| Tsaniatul Puti Atsauri merupakan siswi kelas XII MAN Sawahlunto, sedangkan Denting Atsauri duduk di kelas IX MTsN 2 Sawahlunto. (Foto: Marjafri). |
Pertandingan berkuda memanah tersebut berlangsung di Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, pada 8–11 Oktober 2026. Keberhasilan kedua atlet muda ini menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam ajang olahraga tingkat provinsi.
Tsaniatul Puti Atsauri merupakan siswi kelas XII MAN Sawahlunto, sedangkan Denting Atsauri duduk di kelas IX MTsN 2 Sawahlunto. Meski masih berstatus pelajar, keduanya mampu menunjukkan kemampuan dan ketekunan dalam cabang olahraga yang memadukan keterampilan berkuda dengan ketepatan memanah.
Kedua atlet tersebut merupakan bagian dari Amachery Sawahlunto Club yang tergabung dalam Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Sawahlunto. Pengalaman berlatih dan persiapan menghadapi pertandingan menjadi bagian penting dalam upaya mereka memberikan hasil terbaik bagi kontingen Kota Solok.
Dalam kompetisi tersebut, Tsaniatul tampil dengan meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Dua medali itu menjadi kontribusi penting bagi Kota Solok sekaligus menambah catatan prestasinya dalam Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Sementara itu, Denting Atsauri turut menyumbangkan satu medali perunggu. Prestasi tersebut melengkapi pencapaian Tsaniatul sehingga kedua pelajar asal Sawahlunto itu secara keseluruhan membawa pulang tiga medali untuk kontingen Kota Solok.
Tambahan tiga medali dari Tsaniatul dan Denting membuat total perolehan medali cabang olahraga Pordasi Berkuda Memanah Kota Solok mencapai 13 medali. Capaian ini memperkuat kontribusi PBHM dalam perjuangan kontingen Kota Solok pada pesta olahraga terbesar tingkat provinsi di Sumatera Barat tersebut.
Keberhasilan dua pelajar ini juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi melalui kegiatan olahraga. Prestasi mereka memperlihatkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkompetisi, berjuang, dan mengharumkan nama daerah melalui kemampuan serta kerja keras.
Prestasi Tsaniatul Puti Atsauri dan Denting Atsauri diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, baik di Sawahlunto maupun daerah lain di Sumatera Barat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, atlet muda berpotensi terus berkembang serta menorehkan prestasi lebih tinggi pada kejuaraan mendatang. (*)
Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »