| Pertemuan yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (11/10/2026), membahas penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan usaha pertanian, hingga peluang membawa gastronomi Padang semakin dikenal di tingkat internasional. (Foto: Tommi). |
Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menerima pimpinan rombongan MBM, Khairul Haniza Ibrahim, bersama YB Mohd Qayyum bin Abd Jalil, Ahli Dewan Undangan Negeri Sembilan yang mewakili kawasan Senaling. Hadir pula Dato’ Abd Samad Ibrahim, Pengerusi Alumni Majlis Belia Negeri Sembilan Malaysia sekaligus Pengerusi Ahli Lembaga Jemaah Pertubuhan Peladang Kawasan Tanjung Ipoh. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
Fadly Amran menggali pengalaman Malaysia dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui organisasi peladang yang berperan mendukung petani dan pelaku usaha. Menurutnya, pengalaman tersebut menarik untuk dipelajari dan berpotensi menjadi referensi bagi Padang dalam mengembangkan ekonomi masyarakat, memperluas jejaring usaha, serta membangun kerja sama dengan mitra dari Malaysia.
Wali Kota menjelaskan, keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan pertanian skala besar di Kota Padang. Karena itu, pengembangan ekonomi daerah diarahkan pada sektor perdagangan dan jasa, termasuk gastronomi yang ditopang kekayaan kuliner, literasi, seni, dan budaya. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan peluang usaha sekaligus memperluas daya tarik kota bagi wisatawan.
Bagi Fadly, gastronomi bukan sekadar urusan makanan, melainkan juga sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Padang kepada dunia. Perpaduan kuliner khas, tradisi, seni, dan kreativitas masyarakat dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Karena itu, pengembangan gastronomi diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperkuat posisi Padang di kancah internasional.
“Semoga MBM menjadi mitra strategis dalam memperkuat jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara Padang dan Malaysia. Kerja sama ini diharapkan turut memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Padang ke tingkat internasional,” ujar Fadly Amran. Ia juga menegaskan bahwa gastronomi dapat menghubungkan kekayaan kuliner dan budaya dengan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Khairul Haniza Ibrahim memaparkan pengalaman Malaysia dalam mengembangkan organisasi peladang sebagai wadah untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bidang usaha yang dijalankan adalah bisnis jagung manis. Organisasi tersebut juga membantu petani menghadapi dinamika harga komoditas pertanian sehingga mereka memiliki dukungan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.
Khairul menyatakan kesiapan untuk mendukung Kota Padang dalam menggali potensi dan peluang kerja sama. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari penguatan jejaring usaha, pengembangan sektor pertanian yang sesuai dengan kebutuhan daerah, hingga promosi potensi kuliner dan budaya. Meski demikian, tindak lanjut kerja sama masih memerlukan pembahasan dan koordinasi antarpihak terkait.
Pertemuan Fadly Amran dengan rombongan Majlis Belia Malaysia menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kemitraan antara Padang dan Malaysia. Dengan memadukan pengalaman pemberdayaan ekonomi masyarakat dari Malaysia dan keunggulan kuliner serta budaya lokal, Kota Padang berpeluang memperluas jejaring usaha sekaligus memperkuat pengembangan gastronomi. Harapannya, potensi lokal tidak hanya semakin dikenal dunia, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat. (*)
Laporan: Tommi
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »