| Pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Sumbar masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Pajok). |
Langkah tersebut mengemuka dalam kegiatan pengukuhan dan orientasi politik 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Sumbar masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah kerja politik partai menjelang kontestasi 2029.
Firdaus mengungkapkan, dari sekitar 179 kecamatan di Sumatera Barat, kepengurusan PKB baru terbentuk di 118 kecamatan atau sekitar 66 persen. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus DPC segera menuntaskan pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di kecamatan yang belum memiliki struktur lengkap, kemudian melanjutkan pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di setiap nagari mulai Desember mendatang.
“Dalam menghadapi pemilu, struktur organisasi merupakan hal paling utama yang harus dirampungkan, sesuai dengan perintah Ketua Umum,” ujar Firdaus. Ia menegaskan, pengukuhan pengurus bukan sekadar penerimaan surat keputusan atau pemasangan atribut, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsolidasi berkelanjutan, dan kehadiran partai di tengah masyarakat.
Perwakilan Ketua Umum DPP PKB, Rico Alviano, S.T., menegaskan bahwa pengukuhan 19 DPC tersebut merupakan awal dari kerja politik menuju Pemilu 2029. Ia mendorong seluruh pengurus memperkuat kaderisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjalankan politik yang santun. Menurutnya, PKB Sumbar perlu meningkatkan daya saing agar mampu merebut posisi pimpinan DPRD kabupaten dan kota.
“Di Sumatera Barat, PKB tidak boleh lagi menjadi partai pelengkap. Kita harus merebut kursi pimpinan DPRD kabupaten dan kota,” tegas Rico. Ia juga mendorong penjaringan calon anggota legislatif dimulai sejak 2027 dengan mengutamakan kapasitas, potensi, dan kemampuan kader, termasuk dari kalangan masyarakat Minangkabau, bukan semata-mata kemampuan finansial.
Selain konsolidasi struktur, PKB Sumbar turut memperkuat peran organisasi perempuan melalui Perempuan Bangsa. Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nurnadlifah, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa restrukturisasi kepengurusan di tingkat DPW telah diselesaikan dan dilanjutkan ke tingkat DPC di seluruh Indonesia. Organisasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan partai, memperkuat keterlibatan perempuan, serta menyiapkan calon anggota legislatif perempuan di setiap daerah pemilihan.
Nurnadlifah menegaskan bahwa Perempuan Bangsa ingin berkontribusi menambah jumlah kursi legislatif, bukan sekadar mengisi posisi yang sudah tersedia. Ia juga meminta pengurus PKB di semua tingkatan memberikan dukungan terhadap program kerja badan partai dan memastikan pakta integritas diwujudkan melalui tindakan nyata. Sementara itu, Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumbar, Cempaka Tanjung, menekankan pentingnya sinergi untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan dalam politik, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Perempuan Bangsa! Bergerak Bersama, Berdaya Bersama!” seru Cempaka Tanjung. Ia berharap pengukuhan pengurus menjadi titik awal penguatan komitmen organisasi, pemetaan daerah pemilihan, dan peningkatan peran perempuan dalam proses politik. Melalui pembenahan struktur hingga nagari, kaderisasi sejak dini, serta penguatan Perempuan Bangsa, PKB Sumatera Barat menyiapkan langkah organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan target meningkatkan perolehan kursi legislatif dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. (*)
Laporan: Pajok
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »