| Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., bertindak sebagai Pembina Apel Besar yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Solok. (Fotdok: Oktryoni). |
Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE., MM., bertindak sebagai Pembina Apel Besar yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Solok. Kehadiran kepala daerah tersebut sekaligus mempertegas pentingnya Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan generasi muda.
Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian dalam pelaksanaan apel tersebut. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dipercayakan kepada perwakilan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Lentera Bunda. Penampilan ini menghadirkan pesan mendalam bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkarya, dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Keterlibatan peserta didik SLB Lentera Bunda bukan sekadar bagian dari susunan acara. Lebih dari itu, momen tersebut mencerminkan semangat inklusivitas Gerakan Pramuka yang tidak membedakan latar belakang maupun kondisi seseorang. Pramuka harus menjadi ruang kebersamaan, tempat setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, percaya diri, dan menunjukkan kemampuannya.
Apel besar ini juga diikuti perwakilan anggota Pramuka dari berbagai jenjang, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega. Turut hadir pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Barat, jajaran pimpinan Kwarcab Kota Solok, serta sejumlah undangan. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap pembinaan kepramukaan di Kota Solok.
Kemegahan peringatan semakin terasa ketika peserta menampilkan berbagai kreativitas dan keterampilan kepramukaan. Penampilan peserta Jambore Nasional, regu Pramuka Penegak, Penggalang, dan Siaga menjadi daya tarik tersendiri. Mereka memperlihatkan bahwa Pramuka bukan hanya tentang seragam dan barisan, melainkan juga tentang keterampilan, keberanian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.
Momentum Hari Pramuka ke-65 ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai dasar kepramukaan di tengah tantangan zaman. Kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian sosial merupakan karakter yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan.
Gerakan Pramuka Kota Solok pun bertekad menjadikan peringatan ini sebagai pijakan untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik. Semangat kepramukaan diharapkan tidak berhenti di lapangan apel, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Pesan yang paling kuat dari peringatan ini adalah bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, mandiri, peduli, dan mampu menghargai sesama. Dari Lapangan Merdeka Kota Solok, Hari Pramuka ke-65 mengingatkan bahwa tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam semangat kebersamaan, karena setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari kemajuan bangsa. (80)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »