Rachmad Wijaya Pimpin Rapat Panas! DPRD Padang Bongkar Hasil Pertemuan dengan Pertamina soal Isu BBM

Rachmad Wijaya Pimpin Rapat Panas! DPRD Padang Bongkar Hasil Pertemuan dengan Pertamina soal Isu BBM
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya ketika memberikan keterangan kepada awak media usai pimpin rapat didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan pihak pertamina. (Foto: By). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Isu hangat mengenai dugaan bahan bakar minyak (BBM) bercampur zat lain dan fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Padang akhirnya memicu tindakan cepat dari legislatif. 

Komisi II DPRD Kota Padang menggelar rapat penting dengan memanggil pihak Pertamina, dan Dinas Perdagangan Kota Padang, Rabu, 14 Oktober 2026, bertempay di rungan kerja Komisi II setempat. Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, Ketua Komisi II Rachmad Wijaya, anggota Miswar Jambak, Arnedi Yarmen dan Yoserizal Effendi. 

Rapat intensif yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, ini mengupas tuntas berbagai persoalan yang tengah meresahkan masyarakat. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, terungkap sejumlah fakta penting terkait perkembangan investigasi di lapangan yang dinantikan oleh publik. Kehadiran lintas instansi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret atas polemik BBM yang dikeluhkan warga.

Terkait kasus dugaan BBM yang tercampur zat lain hingga menyebabkan kendaraan konsumen mengalami mogok atau "ndut-ndutan", Rachmad Wijaya kepada awak media usai rapat menjelaskan bahwa sampel bahan bakar telah dikirimkan ke laboratorium Lemigas di pusat untuk diuji secara teknis. Kendati demikian, hingga saat ini hasil uji laboratorium tersebut belum keluar. Pihak DPRD menegaskan bahwa mereka belum bisa menyimpulkan letak kesalahan atau pihak yang bertanggung jawab secara pasti sebelum hasil uji lab resmi dirilis.

Meski hasil uji laboratorium masih dalam proses penantian, apresiasi diberikan kepada bentuk kepedulian Pertamina. Pihak Pertamina telah bergerak cepat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat atau korban yang kendaraannya mengalami mogok serta gangguan akibat permasalahan BBM ini. Langkah humanis ini setidaknya dapat meringankan beban para pengendara yang terdampak langsung di jalanan Kota Padang.

Kualitas BBM dari Sisi Depot Dipastikan Aman

Berdasarkan evaluasi awal mengenai standar kualitas produk, pihak Pertamina memastikan bahwa kualitas BBM yang keluar dari Depot atau Fuel Terminal telah sesuai spesifikasi (on spec). Pengujian internal dari sisi suplai utama menunjukkan tidak adanya anomali kualitas sebelum BBM tersebut didistribusikan ke jaringan SPBU.

Menepis kekhawatiran publik bahwa seluruh SPBU di Padang bermasalah, langkah pengecekan menyeluruh telah dilakukan. Rachmad Wijaya menyebutkan bahwa pengambilan sampel di seluruh SPBU di Kota Padang telah tuntas dilaksanakan dan hasilnya dinyatakan aman. Hal ini menepis spekulasi liar bahwa seluruh jaringan SPBU di ibu kota provinsi Sumatera Barat ini terkontaminasi.

DPRD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai informasi yang belum teruji kebenarannya. Pihak legislatif berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas dan transparan. Keputusan serta analisis mendalam terkait akar permasalahan baru akan diambil oleh dewan setelah data otentik berupa hasil uji lab Lemigas pusat diterima secara resmi.

Antrian di SPBU

Selain kasus dugaan kontaminasi zat lain, rapat ini juga menyoroti akar penyebab antrean panjang kendaraan yang kerap mengular di berbagai SPBU di Kota Padang. Koordinasi lintas instansi terus digenjot agar distribusi energi ini bisa kembali normal, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas serta kelancaran lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Komisi II DPRD Kota Padang berjanji tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara berkala. Kolaborasi antara Dinas Perdagangan, Pertamina, dan perbankan pendukung seperti Bank Nagari juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan distribusi serta perlindungan konsumen di sektor energi lokal.

Kasus ini menjadi pelajaran penting pentingnya sinergi antara pengawasan legislatif, ketegasan korporasi energi, dan perlindungan konsumen. Masyarakat Padang kini menaruh harapan besar agar hasil investigasi laboratorium segera diumumkan secara terbuka, sehingga kejelasan hukum serta rasa aman bagi para pengendara dapat segera pulih secepatnya. (*) 

Pewarta: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »