| M. Junir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Pasaman Barat periode 2026–2029 melalui Konferensi Luar Biasa (Konferlub), Jumat (16/10/2026). (Foto: Rusdi Bais). |
Konferensi yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Simpang Empat, tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali roda organisasi kewartawanan di daerah itu. Terpilihnya M. Junir diharapkan menjadi titik awal pembenahan internal sekaligus penguatan profesionalisme wartawan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi, Wakil Ketua Pembinaan Daerah Rommi Delfiano, Sekretaris Firdaus Abie, serta anggota Dewan Kehormatan PWI Sumbar Rusdi Bais. Dukungan dari jajaran PWI provinsi menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi.
Namun, pelaksanaan konferensi sempat menghadapi kendala. Kehadiran anggota pemegang hak suara belum memenuhi kuorum sebagaimana dipersyaratkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Setelah diskors selama dua jam, jumlah peserta yang hadir tetap belum memenuhi ketentuan kuorum.
Menghadapi situasi tersebut, panitia dan jajaran PWI Sumbar berkonsultasi dengan Dewan Kehormatan Provinsi serta PWI Pusat untuk memperoleh arahan mengenai kelanjutan konferensi. Setelah komunikasi dilakukan dengan kedua pihak, konferensi akhirnya tetap dilaksanakan berdasarkan arahan dan ketentuan organisasi yang berlaku.
Dalam proses pemilihan, M. Junir akhirnya dipercaya secara aklamasi oleh peserta pemilik hak suara untuk memimpin PWI Pasaman Barat selama tiga tahun ke depan. Keputusan tersebut sekaligus membuka babak baru bagi organisasi yang selama bertahun-tahun belum memiliki kepengurusan definitif.
Usai pemilihan ketua, konferensi juga menetapkan tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan. Tim tersebut langsung menggelar rapat guna melengkapi susunan pengurus yang akan menjalankan program organisasi selama periode 2026–2029. Penyusunan kepengurusan menjadi langkah awal untuk memastikan roda organisasi kembali berjalan.
Tantangan kepengurusan baru tidak ringan. Selain memperkuat solidaritas anggota, PWI Pasaman Barat dituntut mendorong peningkatan kompetensi wartawan, menjaga kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, serta memperkuat perlindungan profesi. Organisasi juga diharapkan menjadi ruang pembinaan agar wartawan mampu menghadapi perkembangan media digital tanpa mengabaikan akurasi dan tanggung jawab pemberitaan.
Dengan terpilihnya M. Junir, harapan untuk membangkitkan kembali PWI Pasaman Barat kini berada di tangan kepengurusan baru bersama seluruh anggotanya. Konsolidasi, keterbukaan, dan program kerja yang nyata akan menjadi penentu apakah momentum Konferlub ini benar-benar mampu mengakhiri kevakuman dan mengembalikan peran PWI sebagai wadah profesional wartawan di Pasaman Barat. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »