| Forum ini menjadi momentum penting untuk mengubah semangat kepemudaan menjadi gagasan dan aksi yang berdampak bagi masyarakat. (Fotdok: Hermiko). |
Usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Zulmaeta membuka ruang dialog bagi kalangan muda untuk menyampaikan pemikiran, kritik, serta rekomendasi bagi kemajuan Kota Payakumbuh. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) bersama KNPI tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Disparpora Yunida Fatwa, Ketua DPD KNPI Sumatera Barat Nanda Satria, Ketua KNPI Kota Payakumbuh Rahmanda Fajri, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan pelajar.
Dalam arahannya, Zulmaeta menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika pembangunan berlangsung. Generasi muda harus berani tampil sebagai pelaku perubahan, penggerak inovasi, dan mitra strategis pemerintah daerah. Pesan ini sekaligus menjadi tantangan bagi organisasi kepemudaan di Payakumbuh agar mampu menunjukkan kontribusi yang terukur, bukan sekadar aktif dalam kegiatan seremonial.
Zulmaeta juga menekankan pentingnya menghasilkan rekomendasi yang tajam, realistis, dan dapat dilaksanakan. Menurutnya, hasil Rapat Paripurna Pemuda jangan sampai berakhir sebagai dokumen tanpa tindak lanjut. Pemerintah Kota Payakumbuh membuka ruang bagi gagasan yang dapat dikaji dan dipertimbangkan sesuai kewenangan serta kemampuan daerah. “Mari jadikan momentum Sumpah Pemuda ini sebagai penguat komitmen mewujudkan Payakumbuh yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Dorongan untuk menghadirkan aksi nyata turut disampaikan Ketua DPD KNPI Sumatera Barat, Nanda Satria. Ia mengajak pemuda Payakumbuh membangun gagasan besar tentang industrialisasi dan inovasi ekonomi lokal. Menurutnya, potensi daerah perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, mulai dari penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), inovasi produk olahan kopi, kuliner khas, hingga pengembangan pariwisata kreatif.
Nanda juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan tawaran solusi dan gerakan konkret. Pemuda, katanya, perlu menjadi lokomotif yang mendorong tumbuhnya peluang usaha serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Dengan pendekatan tersebut, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi slogan tahunan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi produktif di Kota Payakumbuh.
Sementara itu, Ketua KNPI Kota Payakumbuh, Rahmanda Fajri, menyatakan kesiapan organisasi kepemudaan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan gagasan konstruktif. KNPI berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik, memperkuat jejaring antarkomunitas, serta meningkatkan kapasitas pemuda agar semakin siap berkontribusi dalam pembangunan. Sinergi tersebut menjadi penting agar ide-ide yang lahir dari kalangan muda dapat berkembang menjadi program yang bermanfaat.
Kolaborasi pemerintah dan pemuda juga menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Penguatan UMKM, pengembangan kreativitas, pemanfaatan ruang publik, serta peningkatan keterampilan generasi muda dapat menjadi langkah strategis apabila dirancang dengan target yang jelas dan pelaksanaan yang berkelanjutan. Karena itu, hasil Rapat Paripurna Pemuda diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah sekaligus pedoman bagi organisasi kepemudaan dalam menjalankan aksi nyata.
Melalui Rapat Paripurna Pemuda pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan pentingnya menempatkan generasi muda sebagai bagian aktif dari pembangunan. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tidak berhenti di ruang rapat, melainkan berlanjut menjadi langkah konkret yang dirasakan masyarakat. Semangat “Saatnya Generasi Muda Mengambil Peran” pun diharapkan menjadi energi baru untuk mendorong Payakumbuh semakin maju, kreatif, inklusif, dan berdaya saing. (HM)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »