Wawako Suryadi Nurdal Tegaskan Al-Qur’an Harus Jadi Pedoman Hidup, Generasi Muda Solok Diingatkan Bahaya Narkoba dan Tawuran!

Wawako Suryadi Nurdal Tegaskan Al-Qur’an Harus Jadi Pedoman Hidup, Generasi Muda Solok Diingatkan Bahaya Narkoba dan Tawuran!
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal saat menghadiri Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien, Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (17/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman hidup yang membentuk akhlak, perilaku, dan masa depan generasi muda. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien, Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (17/10/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak-anak menamatkan bacaan Al-Qur’an harus dilanjutkan dengan kesungguhan mengamalkan ajarannya.

Suryadi Nurdal mengingatkan, khatam Al-Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan belajar agama. Justru setelah menamatkan bacaan, anak-anak harus semakin dekat dengan Al-Qur’an, memahami pesan-pesannya, dan menjadikannya pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, generasi Qurani tidak cukup hanya mampu membaca ayat-ayat suci, tetapi juga perlu menunjukkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari.

“Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah giat belajar, memperdalam ilmu agama, dan mengembangkan kemampuan diri. Pemerintah Kota Solok akan terus mendukung upaya melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Suryadi Nurdal. Pesan Wawako ini menekankan bahwa pendidikan agama dan pengembangan kemampuan diri harus berjalan beriringan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup juga menjadi bekal penting untuk menghadapi ancaman perilaku negatif di kalangan generasi muda. Suryadi Nurdal mengajak anak-anak memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama agar mampu membedakan perilaku yang baik dan buruk. Ia mengingatkan bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi fondasi moral dalam menentukan pilihan dan menjalani kehidupan.

“Anak-anak kami, teruslah belajar membaca Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an dapat menjadi pedoman untuk mengarahkan kalian menuju masa depan yang lebih baik,” pesannya. Penekanan tersebut menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an harus terlihat dalam perilaku nyata, seperti menghormati orang tua, menjaga pergaulan, menghargai sesama, serta menjauhi tindakan yang merusak masa depan.

Di tengah upaya membangun generasi berakhlak mulia, Suryadi Nurdal juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok tetap berusaha melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kota meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. MTQ tingkat Kota Solok direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026. Apabila pelaksanaan MTQ di tingkat kelurahan belum memungkinkan secara penuh, proses seleksi peserta diharapkan tetap dapat dilakukan agar pembinaan dan persiapan peserta tidak terhenti.

“Insyaallah, dengan segala keterbatasan anggaran saat ini, Pemerintah Kota Solok akan tetap berusaha melaksanakan MTQ tingkat kota. Untuk tingkat kelurahan, apabila belum memungkinkan dilaksanakan secara penuh, setidaknya proses seleksi peserta tetap dapat dilakukan,” ungkapnya. Pernyataan Wawako tersebut menunjukkan upaya mempertahankan ruang pembinaan keagamaan di tengah keterbatasan, sekaligus menjaga semangat masyarakat untuk terus mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an.

Kegiatan Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Amien itu diikuti 18 orang anak. Suryadi Nurdal menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, pengurus masjid, para orang tua, dan tokoh masyarakat Kelurahan Tanah Garam yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai penting karena pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di sekolah atau tempat mengaji, tetapi juga melalui teladan dan kebiasaan di rumah serta masyarakat.

Suryadi Nurdal berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia menekankan bahwa membentuk generasi Qurani merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. Sinergi itu diperlukan agar anak-anak tidak hanya mencintai Al-Qur’an ketika mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa nilai-nilainya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Wawako Solok tersebut menjadi penegasan bahwa Al-Qur’an harus hadir sebagai pedoman hidup, penuntun akhlak, dan pegangan generasi muda dalam menentukan masa depan. Tantangan seperti narkoba, tawuran, dan pergaulan yang merugikan membutuhkan pembinaan berkelanjutan, keteladanan, serta lingkungan yang mendukung. Dengan memperkuat pendidikan agama sejak dini, Kota Solok diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan teguh menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »