| Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta didampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Payakumbuh. (Foto: Hermiko). |
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta hadir langsung memimpin prosesi takziah sekaligus menyampaikan duka cita mendalam. Ia mengenang Herman Aliunir sebagai sosok pendidik yang memiliki dedikasi panjang bagi dunia pendidikan.
Dalam prosesi tersebut, Zulmaeta didampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Payakumbuh.
Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kota Payakumbuh, serta Persatuan Pensiunan Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyampaikan penghormatan atas pengabdian almarhum selama hidupnya.
Herman Aliunir disebut telah menghabiskan sebagian besar masa pengabdiannya di Kota Payakumbuh. Ia dikenal sebagai guru senior di SMKN 1 Kota Payakumbuh, yang sebelumnya dikenal sebagai SMEA Payakumbuh.
Tak hanya di dunia pendidikan, almarhum juga aktif dalam sejumlah organisasi seperti KNPI dan AMPI. Dedikasinya sebagai pendidik juga dikenang karena telah ikut mencetak banyak murid yang kemudian meraih kesuksesan.
Di hadapan para pelayat, Zulmaeta menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran Pemko Payakumbuh dan Persatuan Pensiunan telah memaafkan berbagai kekhilafan almarhum. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga yang ditinggalkan.
Zulmaeta kemudian mengingatkan tentang tiga amalan yang pahalanya terus mengalir, yakni ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa anak yang saleh. Menurutnya, almarhum telah meninggalkan ilmu yang bermanfaat melalui pengabdiannya sebagai seorang guru.
Kepada empat anak almarhum, yakni Uul, Rito, Andi, dan Fizan, Zulmaeta berpesan agar terus mendoakan orang tua. Doa anak menjadi salah satu bentuk bakti yang terus dapat diberikan kepada orang tua yang telah berpulang.
Sementara itu, mewakili keluarga ahli waris, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha (Rito) menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan perhatian seluruh pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Rito juga menyampaikan permohonan maaf dari keluarga apabila semasa hidup Herman Aliunir terdapat kekhilafan, ucapan yang menyinggung, maupun kesalahan dalam pergaulan. Ia berharap seluruh pelayat berkenan mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Usai prosesi takziah, jenazah Herman Aliunir dibawa ke masjid setempat untuk dishalatkan sebelum dimakamkan di pandam pekuburan keluarga. Kepergian sosok guru senior tersebut meninggalkan duka sekaligus kenangan atas panjangnya pengabdian bagi pendidikan dan masyarakat. (*)
Pewarta: Hermiko
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »