Delapan Tahun Vakum, MTQ Pariaman Kembali Bergema! Pariaman Tengah Raih Juara Umum I dengan 254 Poin

Delapan Tahun Vakum, MTQ Pariaman Kembali Bergema! Pariaman Tengah Raih Juara Umum I dengan 254 Poin
Kebangkitan syiar Al-Qur’an ini menjadi momentum penting bagi Kota Pariaman dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat. (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Setelah delapan tahun tidak terlaksana, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Pariaman ke-IX Tahun 2026 akhirnya kembali menggema. Kebangkitan syiar Al-Qur’an ini menjadi momentum penting bagi Kota Pariaman dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat. Penyelenggaraan yang berlangsung selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026, resmi ditutup Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di halaman Balaikota Pariaman, Minggu malam (1/11/2026).

Kembalinya MTQ tingkat kota setelah delapan tahun vakum bukan sekadar menghadirkan kembali perlombaan keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan generasi Qurani, penguatan nilai-nilai Islam, sekaligus upaya menghidupkan kembali tradisi syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat Kota Pariaman.

Pada MTQ ke-IX ini, Kecamatan Pariaman Tengah berhasil mencuri perhatian dengan merebut gelar Juara Umum I setelah mengumpulkan 254 poin. Prestasi tersebut menempatkan Pariaman Tengah di posisi teratas dalam persaingan antarkecamatan, sekaligus menjadi bukti keberhasilan para peserta dan pembinaan kafilah yang telah dilakukan.

Sementara itu, Juara Umum II diraih Kecamatan Pariaman Timur dengan 151 poin. Posisi Juara Umum III ditempati Kecamatan Pariaman Utara dengan 146 poin, disusul Kecamatan Pariaman Selatan di peringkat keempat dengan raihan 145 poin. Hasil ini mencerminkan partisipasi dan semangat seluruh kecamatan dalam menyemarakkan MTQ Kota Pariaman 2026.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, kafilah, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ tersebut. Ia menilai keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan kehidupan keagamaan di Kota Pariaman.

Menurut Yota Balad, esensi MTQ tidak boleh berhenti pada perebutan piala, gelar juara, ataupun kebanggaan atas prestasi peserta. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an mampu meresap dalam hati, membentuk karakter, serta diwujudkan melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari.

“Selama tiga hari, 30 Oktober sampai 1 November 2026, kita telah menyemarakkan kalam ilahi dari para peserta MTQ di beberapa tempat yang telah ditentukan. Semoga syiar Islam yang telah delapan tahun tidak kita laksanakan ini, pada tiga hari kemarin, dapat kita laksanakan dengan baik dan sukses,” ujar Yota Balad.

Ia menegaskan, pelaksanaan MTQ ke-IX merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam menyukseskan program unggulan Pariaman RISALAH, yakni Beriman, Saleh, dan Berakhlak. Melalui program tersebut, pembangunan daerah tidak hanya diarahkan pada kemajuan fisik, tetapi juga penguatan keimanan, pembentukan karakter, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Berakhirnya MTQ Kota Pariaman 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari semarak syiar Al-Qur’an. Sebaliknya, keberhasilan menghidupkan kembali kegiatan setelah delapan tahun vakum harus menjadi titik awal pembinaan yang berkelanjutan, sehingga lahir semakin banyak generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan membawa semangat Pariaman RISALAH dalam kehidupan bermasyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »