Jarak Sungai Hanya Lima Meter dari Rumah, Warga Pasir Tampang Berharap Penahan Tebing Segera Tuntas

Jarak Sungai Hanya Lima Meter dari Rumah, Warga Pasir Tampang Berharap Penahan Tebing Segera Tuntas
Kondisi itulah yang dirasakan masyarakat di kawasan Pasir Tampang, Jorong Pasir Bintungan, Nagari Air Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. (Fotdok: Rido). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Derasnya arus Sungai Batang Pasaman bukan sekadar pemandangan yang biasa bagi warga Pasir Tampang. Setiap kali hujan turun dan debit air meningkat, kekhawatiran akan terkikisnya tebing sungai kembali menghantui masyarakat. Apalagi, jarak antara bibir sungai dengan rumah penduduk hanya sekitar lima meter.

Kondisi itulah yang dirasakan masyarakat di kawasan Pasir Tampang, Jorong Pasir Bintungan, Nagari Air Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Mereka berharap pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman terus dilanjutkan hingga benar-benar tuntas, demi melindungi permukiman dari ancaman abrasi dan derasnya aliran sungai.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Imam, mengungkapkan bahwa warga selama ini hidup dengan kekhawatiran, terutama ketika musim penghujan tiba. Arus Sungai Batang Pasaman yang cukup deras dikhawatirkan sewaktu-waktu mengikis tebing dan semakin mendekati kawasan tempat tinggal masyarakat.

"Selama ini, kami selalu waswas serta khawatir akan ancaman banjir dan pengikisan tebing sungai. Aliran Sungai Batang Pasaman sangat deras, terlebih ketika musim hujan," ungkap Imam kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Dengan jarak tebing sungai dan permukiman yang hanya sekitar lima meter, ancaman pengikisan tanah berpotensi membahayakan rumah-rumah warga. Karena itu, pembangunan penahan tebing menjadi kebutuhan penting untuk memberikan perlindungan sekaligus rasa aman bagi masyarakat.

Bagi warga, penahan tebing bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, keberadaannya menyangkut keselamatan keluarga, perlindungan tempat tinggal, dan ketenangan menjalani kehidupan sehari-hari. Masyarakat pun berharap pemerintah serta pihak terkait memberikan perhatian serius agar pekerjaan tersebut tidak terhenti sebelum seluruh kebutuhan perlindungan terpenuhi.

"Kami berharap pembangunan penahan tebing tidak terhenti di tengah jalan, tetapi dapat dilanjutkan sampai tuntas. Ini sangat penting untuk menjaga keselamatan warga dan melindungi rumah-rumah penduduk, khususnya ketika musim penghujan tiba," tegas Imam.

Sementara itu, pelaksana proyek, Hen, menyampaikan bahwa pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman yang dikerjakan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi telah mencapai progres sekitar 70 persen. Ia memastikan pekerjaan masih terus dikebut agar penyelesaiannya bisa lebih cepat dari jadwal kontrak yang telah ditetapkan.

"Insyaallah, pekerjaan terus kita kebut. Mudah-mudahan selesai akhir November atau paling lambat awal Desember nanti," ujar Hen.

Kini, harapan masyarakat Pasir Tampang tertuju pada penyelesaian pembangunan tersebut. Sebab, bagi warga yang rumahnya hanya berjarak lima meter dari tebing sungai, setiap bagian penahan yang terbangun berarti bertambahnya perlindungan dari ancaman arus deras Batang Pasaman. Mereka tidak sekadar menunggu proyek selesai, tetapi menantikan rasa aman agar tak lagi dihantui kecemasan setiap kali hujan mengguyur. (*) 

Pewarta: Rido

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »