RAPBD 2027 Pariaman Defisit Rp132,8 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp359,7 Miliar

RAPBD 2027 Pariaman Defisit Rp132,8 Miliar, Belanja Pegawai Tembus Rp359,7 Miliar
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota Pariaman tentang RAPBD 2027 di ruang sidang utama DPRD Kota Pariaman, Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (5/11/2026). (Fotdok: Armaidi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Pariaman Tahun Anggaran 2027 memunculkan persoalan serius pada struktur keuangan daerah. Pasalnya, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp672,52 miliar, sementara pendapatan hanya Rp539,71 miliar. Kondisi tersebut membuat RAPBD 2027 mengalami defisit sebesar Rp132,81 miliar.

Angka defisit itu terungkap dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota Pariaman tentang RAPBD 2027 di ruang sidang utama DPRD Kota Pariaman, Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (5/11/2026). Nota penjelasan disampaikan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta jajaran Pemerintah Kota Pariaman.

Persoalan yang paling mencolok terlihat pada alokasi belanja pegawai. Dari total belanja operasi sebesar Rp547,83 miliar, pemerintah daerah menganggarkan Rp359,71 miliar untuk belanja pegawai. Artinya, sekitar 53,5 persen dari keseluruhan belanja daerah terserap untuk kebutuhan pegawai. Angka ini menjadi perhatian penting karena ruang fiskal untuk membiayai pembangunan dan program yang langsung menyentuh masyarakat harus diperhitungkan secara cermat.

Sementara itu, belanja barang dan jasa mencapai Rp179,99 miliar, belanja hibah Rp7,79 miliar, dan belanja tidak terduga Rp2 miliar. Adapun belanja transfer diproyeksikan sebesar Rp74,44 miliar, terdiri atas belanja bagi hasil Rp2,94 miliar dan bantuan keuangan Rp71,49 miliar. Struktur tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan belanja rutin dan transfer dalam postur anggaran tahun mendatang.

Dari sisi pendapatan, Kota Pariaman menargetkan penerimaan sebesar Rp539,71 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya diproyeksikan Rp63,27 miliar. Kontribusi PAD tersebut sekitar 11,7 persen dari total pendapatan daerah. Sumber PAD terdiri atas pajak daerah Rp24,63 miliar, retribusi Rp18,18 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp10,28 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp10,17 miliar.

Rendahnya porsi PAD dibandingkan total pendapatan menunjukkan tantangan kemandirian fiskal yang masih harus dijawab Pemerintah Kota Pariaman. Optimalisasi pajak dan retribusi, pengelolaan aset daerah, serta pengembangan sumber-sumber ekonomi produktif menjadi pekerjaan penting agar kemampuan keuangan daerah tidak terus bergantung pada sumber pendapatan di luar PAD.

Untuk menutup defisit Rp132,81 miliar, pemerintah memproyeksikan penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya dengan jumlah yang sama. Dengan skema tersebut, pembiayaan diproyeksikan menutup seluruh defisit sehingga SILPA tahun berkenaan menjadi nol rupiah. Namun, realisasi sumber pembiayaan tersebut tentu perlu dipastikan dalam pembahasan RAPBD bersama DPRD.

Dalam penyampaian nota penjelasan, Mulyadi menyebut penyusunan RAPBD 2027 merupakan bagian dari tahapan pengelolaan keuangan daerah sesuai ketentuan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 dan Permendagri Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Muhajir Muslim bersama Wakil Ketua DPRD Riza Saputra dan Yogi Firman, serta dihadiri Sekretaris Daerah Afrizal Azhar dan jajaran kepala perangkat daerah.

Kini, tantangan utama pembahasan RAPBD 2027 bukan sekadar memastikan angka pendapatan dan belanja seimbang di atas kertas. DPRD dan pemerintah daerah perlu memastikan besarnya belanja pegawai tidak mengurangi kemampuan pemerintah menghadirkan pembangunan, memperbaiki pelayanan publik, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Sebab, ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya terserapnya uang daerah, melainkan seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan masyarakat Pariaman. (*) 

Pewarta: Armaidi Tanjung
Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »