Syafriadi: Data OPD Harus Akurat, Jangan Sampai Kebijakan Pembangunan Salah Arah!

Syafriadi: Data OPD Harus Akurat, Jangan Sampai Kebijakan Pembangunan Salah Arah!
Pembinaan Statistik Sektoral bertema "Bisnis Proses Penyelenggaraan Statistik Sektoral dan Alur Penyusunan Data" di Ruang Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang Aia Pacah, Kamis (5/11/2026). (Fotdok: Faisal Siregar). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kebijakan pembangunan tidak boleh dibangun di atas data yang keliru. Sebab, kesalahan dalam mengelola data bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi bisa berujung pada salah sasaran program, perencanaan yang tidak tepat, hingga pemborosan anggaran daerah.

Persoalan inilah yang menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang melalui kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral bertema "Bisnis Proses Penyelenggaraan Statistik Sektoral dan Alur Penyusunan Data" di Ruang Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang Aia Pacah, Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Diskominfo Kota Padang, Syafriadi, menegaskan bahwa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus memiliki keseriusan dalam menghasilkan data yang akurat, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kualitas data menjadi salah satu penentu ketepatan pemerintah dalam mengambil keputusan dan menentukan arah pembangunan.

"Data merupakan salah satu dasar dalam menentukan kebijakan dan arah pembangunan. Karena itu, setiap OPD perlu memastikan data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Syafriadi.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa data bukan sekadar kumpulan angka dalam laporan tahunan atau dokumen administrasi. Di balik setiap angka terdapat kebutuhan masyarakat, kondisi lapangan, serta persoalan pembangunan yang harus dijawab pemerintah. Ketika data tidak sinkron antar-OPD, risiko kesalahan dalam menentukan prioritas pembangunan pun semakin besar.

Syafriadi berharap pembinaan tersebut mampu meningkatkan pemahaman seluruh OPD terhadap proses penyelenggaraan statistik sektoral, mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis hingga penyajian dan pemanfaatan data. "Melalui pembinaan ini, kita ingin seluruh OPD semakin memahami proses penyelenggaraan statistik sektoral. Dengan pengelolaan data yang baik, kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pembangunan daerah bisa terpenuhi," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Padang, Chairil Fadly, menguraikan pentingnya memahami seluruh tahapan bisnis proses statistik sektoral. OPD tidak cukup hanya mengumpulkan data, tetapi juga harus mengetahui kebutuhan data, pihak yang memanfaatkan, metode pengolahan, serta proses analisis sebelum data disebarluaskan.

Chairil menekankan, data yang telah dikumpulkan dan dianalisis harus didiseminasikan agar memberikan manfaat nyata. Informasi tersebut tidak hanya dibutuhkan pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pengelolaan data harus berjalan sesuai standar dan terkoordinasi.

Kegiatan yang turut dihadiri Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Padang, Devisusanti Razif, serta perwakilan OPD tersebut juga menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah. Kesamaan standar dan proses pengelolaan data menjadi kunci untuk mencegah perbedaan informasi antar-OPD, sekaligus memastikan data statistik sektoral benar-benar berkualitas.

Pada akhirnya, tantangan pemerintah bukan sekadar memiliki banyak data, melainkan memastikan setiap data dapat dipercaya dan digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat. Pembinaan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat tata kelola statistik sektoral di Kota Padang, sehingga kebijakan dan program pembangunan tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »