PEMPROV SUMBAR
Ratusan Warga Sambut Kehadiran Mahyeldi Iktikaf di Masjid Al Wustha Pulai Tangah Kabupaten Agam    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Ratusan Warga Sambut Kehadiran Mahyeldi Iktikaf di Masjid Al Wustha Pulai Tangah Kabupaten Agam
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyambut kedatangan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Masjid Al Wustha Pulai Tangah, Nagari Persiapan Sungai Jariah, Kecamatan Lubuak Basuang, Kabupaten Agam, Jumat (20/2/2026). Ratusan jamaah, mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati masjid untuk melaksanakan ibadah bersama dalam rangka Safari Ramadan 1447 H/2026.

Kehadiran Gubernur untuk melaksanakan iktikaf di masjid tersebut menjadi momen yang dinanti masyarakat. Selain beribadah bersama jamaah, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp25 juta dan 20 Al-Qur’an guna mendukung pembangunan serta kegiatan syiar keagamaan Masjid Al Wustha. 

“Bantuan ini kita serahkan agar masjid-masjid di Sumbar memiliki fasilitas yang semakin baik untuk mendukung kegiatan ibadah dan syiar Islam. Ramadan adalah kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ketakwaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun di masjid menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial. 

“Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk memperkuat ibadah, menjaga lisan dan perilaku, serta semakin peduli terhadap sesama. Insyaallah Ramadan membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin mempererat persaudaraan di antara kita,” tambahnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga suasana damai dan penuh keberkahan dapat terus terjaga di Ranah Minang.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov Sumbar, di antaranya Asisten Administrasi Umum, Medi Iswandi; Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Badan Pendapatan Daerah, Al Amin; Kepala Biro Umum, Andree Harmadi Algamar; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Edi Dharma; Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Nolly Eka Mardianto. (Adpsb/nov/bud)

Sebanyak Rp18,9 Triliun Anggaran Digelontorkan ke Sumbar untuk Pemulihan Pascabemcana, Wagub Vasko Minta Fokus Infrastruktur    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Sebanyak Rp18,9 Triliun Anggaran Digelontorkan ke Sumbar untuk Pemulihan Pascabemcana, Wagub Vasko Minta Fokus Infrastruktur
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyebutkan Sumbar akan menerima anggaran pembangunan infrastruktur sekitar Rp18,9 triliun pada tahun 2026 dari Pemerintah Pusat untuk pemulihan pascabencana hidrometeorologi. 

Menurutnya, angka tersebut menjadi anggaran pembangunan yang terbesar sepanjang sejarah di di Sumbar. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini Sumatera Barat mendapatkan anggaran sekitar Rp18,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur,” ujar Wagub Vasko.

Hal itu disampaikan Vasko saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Darul Ikhlas, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026). 

Ia menegaskan, anggaran besar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran, terutama untuk pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, pemulihan infrastruktur akan menjadi salah satu fokus utama. “Perbaiki jalan-jalan yang rusak, penerangan yang masih kurang, serta pengairan. Jangan buat program-program yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Vasko juga menyampaikan bahwa Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada tahun ini kembali dimaksimalkan untuk kabupaten dan kota di Sumbar. Ia meminta pemerintah daerah mengelola anggaran tersebut dengan serius, khususnya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. 

“Kita manfaatkan sebesar-besarnya perhatian Pak Presiden kali ini kepada Sumatera Barat. Untuk masyarakat harus total. Tahun ini Sumatera Barat harus benar-benar berbenah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan komitmen pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik bagi masyarakat. Ia juga menyinggung dampak bencana yang sempat memutus jalur Padang-Payakumbuh, sehingga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi warga.

“Kondisi itu tentu berdampak pada ekonomi. Karena itu, kami sangat berharap dukungan seluruh pihak dan tentunya masyarakat agar Payakumbuh bisa kembali bergerak dan bangkit,” tutupnya. (adpsb/cen/bud)

Safari Ramadan di Palembayan, Gubernur Mahyeldi Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabanjir    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Safari Ramadan di Palembayan, Gubernur Mahyeldi Salurkan Bantuan dan Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabanjir
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali melaksanakan Safari Ramadan 1447 H/2026, pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, sebab, titik kunjungan pada tahun ini memprioritaskan daerah terdampak bencana.

Kali ini, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengunjungi Masjid Taqwa di Kampung Tangah, Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (20/2/2026), kawasan yang sebelumnya terdampak bemcana hidrometeorologi cukup parah.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. “Kami memprioritaskan daerah-daerah yang terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan moral pemerintah kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana bertujuan untuk melihat dan merasakan langsung sejauh mana proses pemulihan berjalan, sekaligus memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat terlaksana dengan baik. Nagari Salareh Air Timur sendiri merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat banjir bandang, bahkan di daerah tersebut terdapat banyak korban jiwa. Atas musibah tersebut, Gubernur menyampaikan duka cita mendalam. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tuturnya.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan tetap optimistis menghadapi ujian yang datang silih berganti. Ia memastikan pemerintah terus bekerja untuk pemulihan daerah daerah terdampak melalui kolaborasi dengan seluruh pihak terkait. “Kita tidak boleh menyerah. Dengan kebersamaan dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaallah daerah ini akan bangkit kembali,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan berbagai bantuan untuk mendukung pemulihan. Bantuan dari Pemprov Sumbar sebesar Rp50 juta untuk perbaikan masjid, Rp25 juta bagi warga terdampak, Rp10 juta dari Bank Nagari, Rp10 juta dari Jamkrida untuk perbaikan masjid, serta Rp195 juta dari BAZNAS Sumbar. Selain itu, diserahkan pula bantuan Al-Qur’an dari Kanwil Kemenag, Dinas Pendidikan, Biro Kesra, serta bantuan lainnya dari sejumlah perangkat daerah.

Sementara itu Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Gubernur di tengah masyarakat yang tengah berduka. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur. Ini menjadi penguat bagi masyarakat kami yang sedang bangkit dari musibah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban serta mendukung proses pembangunan kembali fasilitas yang terdampak agar warga dapat menjalani kehidupan dengan layak dan bermartabat. Safari Ramadan di Palembayan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus hadir, menguatkan solidaritas, dan memastikan pemulihan pascabencana berjalan seiring dengan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan. (Adpsb/nov/bud)

Disambut Hangat Warga Payolinyam, Wagub Vasko Salurkan Bantuan Rp25 Juta dan Al-Qur’an untuk Masjid Nurul Jannah    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Disambut Hangat Warga Payolinyam, Wagub Vasko Salurkan Bantuan Rp25 Juta dan Al-Qur’an untuk Masjid Nurul Jannah
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy di Masjid Nurul Jannah, Payolinyam, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Jumat (20/2/2026). Kedatangan Wakil Gubernur dan rombongan tersebut dalam rangka Safari Ramadan 1447 H/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar senilai Rp25 juta serta 20 Al-Qur’an untuk mendukung pembangunan dan aktivitas keagamaan masjid. Dalam kesempatan tersebut, Vasko mengaku terkesan melihat Masjid Nurul Jannah yang berdiri megah berkat kebersamaan dan partisipasi jamaah. “Masjid ini luar biasa. Kita tidak tahu dari mana saja bantuan datang, tapi itulah tanda keberkahan. Artinya, orang-orang yang beribadah di sini tulus, dan insyaallah setiap amalnya diterima oleh Allah SWT,” ujar Vasko.

Ia menegaskan, kekuatan utama sebuah rumah ibadah bukan hanya pada bangunannya, melainkan pada ketulusan jamaahnya. Menurutnya, tidak semua masjid besar otomatis mudah mendapatkan dukungan. “Banyak masjid yang besar, tapi belum tentu menghadirkan kebersamaan. Ketika niat membangun masjid itu tulus, Allah yang akan mencukupkan. Dan orang yang membantu dengan niat baik, pahalanya insyaallah dilipatgandakan,” katanya.

Menanggapi informasi adanya sisa utang pembangunan sekitar Rp17 juta, Vasko langsung menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk membantu. “Kalau begitu, Provinsi bantu Rp25 juta untuk Masjid Nurul Jannah ini,” ucapnya, disambut takbir jamaah.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyinggung kondisi masyarakat yang masih berjuang bangkit pascabencana. Ia menggambarkan bahwa fase terberat justru sering terjadi setelah masa tanggap darurat berlalu. “Awalnya orang fokus menyelamatkan nyawa. Fase berikutnya mencari tempat tinggal. Tapi fase paling berat adalah ketika harus memikirkan bagaimana makan dan menghidupi keluarga, karena ada yang kehilangan sawah, rumah, bahkan anggota keluarga,” tutur Vasko.

Menurutnya, tekanan ekonomi menjadi tantangan besar yang harus direspons secara konkret dan cepat. Karena itu, Pemprov Sumbar telah menyiapkan berbagai skema pemulihan ekonomi untuk mempercepat kebangkitan masyarakat terdampak. “Yang kita lakukan hari ini bukan hanya menyerahkan bantuan, tapi memastikan masyarakat bisa bangkit dan kembali berdaya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar kepada masyarakat Payakumbuh. “Kehadiran Bapak Wakil Gubernur di tengah masyarakat menjadi penyemangat bagi kami. Semoga membawa keberkahan bagi Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Sebelum agenda di Masjid Nurul Jannah, rombongan Safari Ramadan Pemprov Sumbar juga menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Linda Rianti (45), warga Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Payakumbuh Utara. Usai dari Payolinyam, Wagub melanjutkan kegiatan dengan meninjau pasar pabukoan, berbuka puasa bersama masyarakat, serta melaksanakan salat Magrib, Isya, dan Tarawih di Masjid Darul Ikhlas, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur. Pada kesempatan tersebut kembali diserahkan bantuan Pemprov Sumbar senilai Rp50 juta dan 20 Al-Qur’an, Rp10 juta dari CSR Bank Nagari, Rp3 juta dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, serta bantuan bagi fakir miskin. Safari Ramadan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat kebersamaan, dan memastikan program pembangunan menyentuh langsung kebutuhan umat. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Komisi II DPR RI untuk Percepatan Pendistribusian dana TKD Sumbar    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Gubernur Mahyeldi Minta Dukungan Komisi II DPR RI untuk Percepatan Pendistribusian dana TKD Sumbar
Rapat bersama dengan Komisi II DPR RI di Auditorium Gubernuran, Jum'at (20/2/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah minta dukungan Komisi II DPR RI agar dana Transfer Ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Sumbar yang batal dipotong segera ditransfer Kementerian Keuangan. Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga meminta agar pengiriman TKD langsung disertai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis agar daerah memiliki pedoman dalam pemanfaatan.

"Sebagai daerah terdampak bencana, kami butuh banyak dana untuk pemulihan. Oleh karena itu, kami berharap TKD yang tidak jadi dipotong itu segera dikirim ke daerah agar bisa dimanfaatkan untuk pemulihan dan rehab rekon, termasuk juklak juknisnya, itu juga mesti segera dikirim agar kita di daerah tidak keliru dalam pemanfaatan," harap Gubernur Mahyeldi saat rapat bersama dengan Komisi II DPR RI di Auditorium Gubernuran, Jum'at (20/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga melaporkan mengenai kondisi lapangan pasca bencana hidrometeorologi di 16 kabupaten / kota terdampak secara langsung kepada Komisi II DPR RI. Ia menyebut, nilai total kerusakan dan kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp33,5 triliun. "Sedangkan data jumlah korbannya adalah, 267 meninggal dunia, 70 hilang, 382 luka-luka dan 10.854 jiwa mengungsi. Diperkirakan Total masyarakat terdampak sebanyak 230 ribu lebih jiwa," ungkap Gubernur Mahyeldi

Gubernur menjelaskan, dalam pendataan dampak bencana, Pemprov Sumbar menggunakan website satu data kebencanaan. Website tersebut dapat diakses secara terbuka oleh siapa saja melalui dasboard satu data kebencanaan di website dashboardbencana.sumbarprov.go.id. "Kami telah menyediakan informasi melalui website dashboardbencana. sumbarprov.go.id. Sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam penanganan bencana," ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima menegaskan bahwa kunjungan kerjanya beserta rombongan ke Sumbar merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat di Sumbar pasca dolanda bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.

Sebelum, melakukan pertemuan dengan Gubernur, ia dan rombongan sudah terlebih dahulu mengunjungi sejumlah titik yang mengalami kerusakan signifikan di Kota Padang untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak. "Kami ingin memastikan apa saja persoalan di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang belum, dan apa yang harus diprioritaskan," kata Aria Bima. 

Terkait dengan dana TKD, ia mengatakan, Komisi II DPR RI akan  menyuarakan aspirasi tersebut saat nanti melakukan pertemuan dengan Kementerian terkait. Selain Aria Bima, juga hadir dalam rombongan Komisi II DPR RI tersebut antara lain Bahtra, S. PWK, Giri Rahmanda N. Kiemas (anggota), Romi Soekarno, SH (anggota), Heri Gunawan, SE, MAP (anggota), Cindy Monica Salsabila Setiawan, SM (anggota), Dr. H. Mardani Ali Sera, M. Eng (anggota) dan para pendamping dari Komisi II DPR RI. (Adpsb/nov/bud)

Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Kelurahan Taratak Padang Kampuang Kota Payakumbuh, Warga Setempat Menilai Sangat Tepat Sasaran    
Sabtu, Februari 21, 2026

On Sabtu, Februari 21, 2026

Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Kelurahan Taratak Padang Kampuang Kota Payakumbuh, Warga Setempat Menilai Sangat Tepat Sasaran
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, menyambangi langsung rumah Linda Rianti (45), warga Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026).

Rumah yang ditempati Linda bersama suami dan tiga anaknya itu sudah tidak layak huni. Rumah yang terbuat dari kayu tersebut, kondisinya cukup memprihatinkan. Beberapa ruas dindingnya belum tertutup rapi, hanya dilapisi seng bekas seadanya, sementara loteng rumahnya juga banyak yang sudah bolong. Sebagai bentuk rasa empati kepada keluarga Linda, Wagub Vasko menyerahkan bantuan bedah rumah melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) Baznas Sumbar senilai Rp25 juta. Selain itu, Wagub juga menyerahkan paket bantuan sembako kepada keluarga tersebut. Kunjungan Wagub ke daerah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Sumbar pada tahun 2026 ini.

Diketahui, Linda memiliki 3 orang anak, salah seorang di antaranya bersekolah di SMP Darussalam Aulia, Kota Payakumbuh. Namun, akibat keterbatasan ekonomi, anaknya tersebut menunggak biaya sekolah selama 10 bulan. Mengetahui hal tersebut, Wagub minta pelunasan tunggakan anak Linda dibantu Pemko Payakumbuh, melalui  Wakil Walikota Payakumbuh. “Pak Wawa, tunggakan biaya sekolah ini, saya minta
tolong dibantu pelunasannya ya Pak Wawa,"ujar Wagub Vasko kepada Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.

Linda mengungkapkan, dirinya sudah hampir empat tahun tinggal di rumah itu bersama suaminya, Zelmi (50) dan tiga anaknya yang masih usia sekolah. Sang suami sehari-hari bekerja sebagai penggembala kambing ternak milik tetangganya. "Alhamdulillah. Kami sangat senang sekali dapat bantuan bedah rumah dari Pak Wagub. InsyaAllah bantuan ini akan segera kami manfaatkan,"ujar Linda dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengatakan, selama ini keluarganya belum pernah menerima bantuan untuk perbaikan rumah yang mereka tempati. Bantuan yang datang hari ini, baginya serasa mimpi, sebab datangnya tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. “Sekarang rasanya saya seperti bermimpi. Tanpa pemberitahuan, tiba-tiba Pak Wagub datang membawa bantuan. Kami sangat bersyukur, Alhamdulillah Allah sayang dengan keluarga kami,” tambahnya.

Linda pun berharap, Wagub dan seluruh pihak yang telah membantunya diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas oleh Allah SWT. “Mudah-mudahan bapak Vasko dan rombongan selalu sehat, dimudahkan rezekinya, dilancarkan segala urusan, agar terus bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Fadli (48) menilai bantuan yang disalurkan Wagub Vasko sudah sangat tepat sasaran. Menurutnya, kondisi rumah yang ditempati Linda dan keluarga memang sudah sangat layak mendapat perhatian. “Sangat efektif. Kelurga itu memang sudah lama ingin membangun, tapi belum bisa, karena keterbatasan ekonomi,” kata Fadli. (adpsb/cen/bud)

Wagub Vasko Ruseimy Ungkapkan Banyak Rumah Gadang dalam Kondisi Memprihatinkan, Bahkan Hampir Ambruk    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Wagub Vasko Ruseimy Ungkapkan Banyak Rumah Gadang dalam Kondisi Memprihatinkan, Bahkan Hampir Ambruk
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kondisi sejumlah Rumah Gadang yang kian memprihatikan memantik perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). 

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, mengungkapkan bahwa banyak Rumah Gadang yang kini berada dalam kondisi memprihatinkan, bahkan hampir ambruk. Situasi ini dinilai mengancam kelestarian sejarah dan identitas Minangkabau yang melekat kuat pada bangunan adat tersebut. “Banyak banget Rumah Gadang yang sudah ambruk hampir hancur,” ujar Vasko Ruseimy. Ia menegaskan bahwa Rumah Gadang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sejarah dan kebesaran adat Minangkabau yang memiliki nilai historical sangat kuat," katanya dalam rapat dengan jajaran Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemprov Sumbar tengah memikirkan langkah konkret untuk mengalokasikan anggaran pemugaran. “Nah ini gimana caranya nanti kita alokasikan, siapkan anggaran buat kita pilih berapa Rumah Gadang nanti (untuk dipugar),” katanya.

Ia meminta agar dilakukan pemilihan terhadap sejumlah Rumah Gadang yang dinilai prioritas untuk diperbaiki dan dirawat kembali. Lebih lanjut, Vasko menekankan pentingnya dukungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyisihkan dana khusus untuk pelestarian bangunan bersejarah tersebut. “Minta tolong nanti yah dimasukin yah, kita sisihkan berapa anggaran nanti minta sama TAPD, yang sejarah-sejarah itu penting tuh,” ucapnya.

Vasko menyoroti adanya Rumah Gadang milik kaum di tingkat nagari yang menyimpan kisah panjang sejarah. Ia menyebut bahwa setiap bangunan memiliki cerita tersendiri, mulai dari proses pembangunannya hingga dinamika yang pernah terjadi di masa lampau. Namun, ia menegaskan bahwa upaya renovasi tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik semata. “Renovasi itu jangan hanya sekedar kita renov, tapi kita buat historical-nya, ada story telling-nya di situ,” ujarnya.

Ia ingin agar setiap Rumah Gadang yang dipugar juga dilengkapi narasi sejarah yang memperkuat nilai edukasi bagi generasi muda. Ia bahkan mencontohkan bahwa di balik setiap Rumah Gadang terdapat kisah Ninik Mamak yang membangunnya, hingga kemungkinan peristiwa sejarah seperti pernah dibakar Belanda atau cerita lain yang menjadi bagian perjalanan masyarakat Minangkabau. Seluruh cerita tersebut dinilai penting untuk didokumentasikan.

Vasko meminta Disbud Sumbar agar menyiapkan langkah pemetaan dan plotting segera disiapkan. “Disiapin yah pak (Kadis Kebudayaan) diploting, mengerti yah maksudnya. Pokoknya saya ingin melestarikan Rumah Gadang di Sumbar ini jangan sampai hilanglah,” tegasnya.

Komitmen Pemprov Sumbar ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sejarah dan identitas budaya Minangkabau bagi masyarakat Sumbar. Rumah Gadang dalam adat Minangkabau memiliki peran sentral sebagai pusat kehidupan kaum atau keluarga besar. Di dalamnya berlangsung musyawarah, pengambilan keputusan adat, hingga menjadi simbol eksistensi sebuah kaum di nagari. Keberadaan Rumah Gadang juga mencerminkan struktur sosial Minangkabau yang berbasis matrilineal. (ADPSB)

Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan untuk Masjid Padang Japang, Jejak Sejarah PDRI    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan untuk Masjid Padang Japang, Jejak Sejarah PDRI
Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy. 

BENTENGSUMBAR.COM - Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy melakukan kunjungan di Masjid Padang Japang di Nagari Tujuh Koto Talago Kecamatan Guguak, Kab. Limapuluh Kota, Kamis (19/2/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Vasko Ruseimy menyampaikan Masjid Raya Padang Japang di Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan pusat sejarah perjuangan Islam dan pendidikan yang didirikan oleh ulama pembaharu, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah. Terkait dengan Perguruan Darul Funun. "Bahkan Masjid ini pernah menjadi markas penting pemerintahan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dan pusat pertemuan tokoh nasional," kata Vasko.

Padang Japang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam terkemuka yang diasuh oleh dua ulama bersaudara, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah, yang berafiliasi dengan Sumatera Thawalib pada tahun 1920-an. Menurutnya, Syekh Abbas Abdullah, pernah memberikan sebuah peci tinggi kepada Soekarno pada bulan Juni 1942. Peci tersebut diberikan sebagai simbol dukungan ulama terhadap perjuangan Soekarno, sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme. "Sejak pertemuan tersebut, Bung Karno yang sebelumnya sering mengenakan blangkon, sejak diberikan peci, Bung Karno sering menggunakan peci hitam sebagai bagian dari identitas nasionalnya," ungkapnya.

Wagub berharap para tokoh yang berasal dari Limapuluh Kota ini bisa menjadi pemimpin yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa besar di mata dunia. "Apalagi Limapuluh Kota ini banyak melahirkan profesor dan alim ulama. Semoga Kab. Limapuluh Kota bisa maju melebih kabupaten lainnya," harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh, Ahlul Badrito Resha, mengatakan Kabupaten Limapuluh Kota terkenal memiliki istilah tradisi Minangkabau dengan pepatah "Aia nyo janiah, ikannyo jinak". "Pepatah ini mengatakan alam Limapuluh Kota memiliki sungai-sungai yang jernih dan alam yang subur dengan penduduknya ramah, santun, tulus, dan bersahabat kepada siapa saja yang datang," terang Wabup Ahlul Badrito Resha.

Ini menggambarkan suasana nagari yang aman, tentram, dan damai, di mana pemimpin dan rakyatnya hidup harmonis, termasuk dalam kegiatan Safari Ramadhan merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Sumbar sebagai ajang silaturahmi antara Pemerintah Sumbar dengan masyarakat. "Safari Ramadhan sebagai tali silaturahmi antara Pemprov dan Kabupaten bersama masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi untuk pembangunan ke depannya," ujarnya.

Menurutnya, Puasa Ramadhan bertujuan menyucikan jiwa, memohon ampunan dosa, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT. "Saya mengajak kita semua yang hadir di tempat mulia ini untuk bersama-sama terus terang memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita semua," ajaknya.

Selanjutnya Pengurus Masjid Raya Padang Japang, Junaidi, menjelaskan Masjid ini dibangun sejak tahun 1942 sebagai pusat penyebaran agama Islam. "Masjid ini sempat hancur gejolak zaman pada waktu itu, lalu telah dilakukan beberapa perbaikan secara bertahap oleh masyarakat setempat melalui wakaf dan infak masyarakat," sebut Junaidi.

Adanya kunjungan dari Wagub Sumbar beserta rombongan, Junaidi mengatakan bisa menambah biaya perbaikan Masjid Padang Japang. "Mudah-mudahan bantuan dari Pemprov bisa memperbaiki Masjid kami tercinta sekaligus menjaga Masjid bersejarah, perjuangan dari PDRI dan memperkuat iman kita bersama," ucapnya.

Bantuan tersebut berupa hibah dari Pemerintah Provinsi Sumbar sebesar Rp. 50 juta, bantuan program kemanusian dari Baznas untuk dua orang petugas Masjid, bantuan CSR dari Bank Nagari senilai Rp. 10 juta, selanjutnya bantuan dari pemerintah Sumbar 25 Al-Qur'an dan bantuan dari Wagub Sumbar untuk lima  fakir miskin. Hadir dalam Tim Safari Ramadhan tersebut yaitu, Wakil ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri, Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Datuak Bejo, Asisten 1 Bidang Perintahan, Ahmad Zakri, ⁠Kepala Inspektorat Sumbar, Kadis PTSP, Kaban Kesbangpol, Kaban BPKAD,  ⁠Kabiro Pemerintahan, Kabiro Umum, ⁠Kadis PSDA dan Sekretaris Baznas, serta Dirut Bank Nagari Sumbar. Sementara untuk dari Kabupaten Limapuluh Kota, yakni, Camat Guguak, Gusni Hendrik, ⁠Wali Nagari Tujuah Koto Talago,  Yon Hendri dan Wali Jorong Padang Kandih. (Adpsb/nov/bud)

Mahyeldi: Ramadan Momentum Perkuat Ketakwaan dan Solidaritas Sosial    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Mahyeldi: Ramadan Momentum Perkuat Ketakwaan dan Solidaritas Sosial
Ceramah agama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kamis malam (19/02/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
– Memasuki malam kedua Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengisi ceramah agama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kamis malam (19/02/2026). Dalam tausiah tersebut, Gubernur mengangkat tema keutamaan Ramadan sebagai momentum pembentukan pribadi dan masyarakat yang bertakwa.

Mahyeldi menyampaikan bulan suci Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, tetapi juga sarana membangun kualitas diri yang berdampak pada kehidupan sosial. Ketakwaan, menurutnya, harus tercermin dalam sikap sehari-hari. “Ketakwaan itu diwujudkan melalui kejujuran dalam bekerja, amanah dalam menjalankan jabatan, serta kepedulian terhadap sesama. Ramadan melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya di masjid, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Ramadan juga menjadi momentum merawat persatuan dan kesatuan. Dalam kondisi pascabencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumbar, nilai solidaritas dan empati antar sesama perlu semakin diperkuat.

Saat ini, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat tengah fokus pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk ikut merasakan kesulitan saudara-saudara yang terdampak serta memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, ibadah puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta kepekaan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh.

Secara khusus, Mahyeldi juga menyampaikan pesan kepada generasi muda di Sumbar agar menjadikan Ramadan sebagai madrasah pembentukan karakter dan integritas diri.

Ia mengajak para pemuda mengisi bulan suci dengan kegiatan positif, memperbanyak ibadah, meningkatkan literasi Al-Qur’an, serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak masa depan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, sejak dini harus ditanamkan semangat disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di sinilah kita ditempa menjadi pribadi yang sabar, kuat, dan peduli. Insya Allah, jika generasi mudanya kokoh, maka Sumatera Barat juga akan semakin kuat,” ungkapnya. (Adpsb/rmz/bud)

Gubernur Mahyeldi Buka Kegiatan Ramadan Halal Fest 2026, Masjid Al-Hakim Diharapkan Menjadi Pusat Halal Lifestyle    
Jumat, Februari 20, 2026

On Jumat, Februari 20, 2026

Gubernur Mahyeldi Buka Kegiatan Ramadan Halal Fest 2026, Masjid Al-Hakim Diharapkan Menjadi Pusat Halal Lifestyle
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi kegiatan Ramadan Halal Fest 2026 yang digelar di Masjid Al-Hakim, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian RAMAH (Ramadan di Masjid Al-Hakim) 1447 H yang mengintegrasikan aspek ibadah, sosial, dan penguatan ekonomi syariah.

Rangkaian kegiatan yang digelar selama penyelenggaraan RAMAH 1447 H antara lain, salat tarawih, kajian subuh/muhasabah, buka puasa bersama, i’tikaf, hingga Ramadan Halal Fest atau Pasar Pabukoan UMKM yang digelar di area palanta pantai dengan suasana nyaman dan terbuka bagi masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat halal lifestyle, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi umat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, Ramadan Halal Fest merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Masjid Al-Hakim, Bank Indonesia, dan Bank Nagari. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong penguatan ekonomi syariah sekaligus memberdayakan UMKM lokal sebagai bagian dari komitmen membangun Sumatera Barat yang religius dan sejahtera.

Gubernur menegaskan, Pasar Pabukoan bukan sekadar tempat transaksi jual beli makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi masyarakat kecil. Tahun ini, Pasar Pabukoan yang dikelola oleh RAMAH menghadirkan 50 booth UMKM unggulan bersertifikat halal, dengan beragam menu berbuka puasa yang menarik dan berkualitas.

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Ramadan Halal Fest sebagai momentum memperkuat ukhuwah, mendorong transaksi halal dan digital, memberdayakan UMKM, serta berbagi kebahagiaan melalui paket Lebaran bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah dan niat baik kita, serta menjadikan Sumbar sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Bank Nagari atas dukungan terhadap kegiatan tersebut, termasuk penyediaan paket Lebaran dan edukasi keuangan syariah. Ia menilai sinergi tersebut penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan inflasi selama Ramadan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang, Dr. Muhammad Sobri, MA menjelaskan kegiatan RAMAH merupakan upaya bersama menghidupkan masjid sebagai pusat aktivitas umat, baik dari sisi ibadah, sosial, maupun ekonomi. “Kegiatan ini dilaksanakan selama 25 hari, mulai 20 Februari hingga 17 Maret 2026, yang dipusatkan di halaman Masjid Al-Hakim, kawasan Pantai Padang,” ungkapnya.

Tahun ini, Ramadan Halal Fest juga mengusung konsep RAMAH lingkungan dengan menghadirkan sektor otomotif listrik. Area palanta Masjid Al-Hakim disiapkan sebagai lokasi ngabuburit yang nyaman dengan panorama matahari terbenam Pantai Padang. Selama pelaksanaan, panitia turut menggelar berbagai hiburan dan edukasi Islami, seperti lomba nasyid, hadrah, da’i cilik, hingga talkshow bisnis syariah.

Ketua Harian Pengurus Masjid Al-Hakim, Muamar menambahkan Ramadan Halal Fest 2026 ditargetkan menarik 500 hingga 1.000 pengunjung setiap hari. “Insyaallah target tersebut dapat tercapai, sehingga kegiatan ini menjadi destinasi wisata religi dan halal lifestyle selama bulan puasa,” ujarnya optimistis. (Adpsb/nov/bud)

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Pembangunan Masjid Nurul Islam Kabupaten Limapuluh Kota    
Kamis, Februari 19, 2026

On Kamis, Februari 19, 2026

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Pembangunan Masjid Nurul Islam Kabupaten Limapuluh Kota
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan sebanyak Rp25 juta. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan sebanyak Rp25 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Nurul Islam. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung setelah Wagub Vasko melaksanakan buka bersama dengan masyarakat Jorong Padang Kandi Nagari Tujuah Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, di Masjid Raya Nurul Islam, Kamis (19/2/2026).

Vasko menjelaskan bantuan yang disalurkannya itu berasal dari dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar, yang merupakan wakaf dari masyarakat . "Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pembangunan masjid ini," ucapnya.

Vasko juga mengatakan, bulan Ramadhan ini merupakan momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi antara Pemerintah dengan masyarakat guna percepatan pembangunan daerah. "Dimomentum ini masyarakat bisa menyampaikan keluhannya sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah tentang pelayanan publik dan kebutuhan infrastruktur. Selain itu, melalui momentum ini, silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat juga bisa semakin erat," kata Vasko.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Nagari Tujuah Koto Talago banyak memberikan apresiasi atas kinerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar saat ini. Menurutnya, kinerja pemerintahan pada periode ini semakin meningkat, khususnya pada bidang pelayanan publik, penyelesaian masalah ekonomi (kemiskinan), serta inovatif.

Sementara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha menjelaskan Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. "Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemprov Sumbar yang telah memberikan bantuan kepada Masjid Nurul Islam dan insyaallah pemanfaatannya akan tepat guna dan tepat sasaran,"sebutnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri; Anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Datuak Bejo; Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri; Kadis PSDA Provinsi Sumbar, Rifda Suriani; Kadis DPMPTSP Provinsi Sumbar, Luhur Budianda; Kaban Kesbangpol Provinsi Sumbar, Mursalim; Kaban DPKAD Provinsi Sumbar, Rosail Akhyari; Kabiro Pemerintahan Setdaprov Sumbar, Edzedin Zein; Kabiro Umum Setdaprov Sumbar, ⁠Andree Harmadi Algamar. dan Sekretaris Baznas. 

Sementara dari jajaran Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, tampak hadir, Camat Guguak, Gusni Hendrik; Wali Nagari Tujuah Koto Talago, Yon Hendri; dan Wali Jorong Padang Kandih. (Adpsb/nov/bud)

Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Kuli Tani di Nagari VII Koto Talago    
Kamis, Februari 19, 2026

On Kamis, Februari 19, 2026

Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Kuli Tani di Nagari VII Koto Talago
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyalurkan bantuan bedah rumah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyalurkan bantuan bedah rumah kepada Muhammad Akmal (56), warga Talago, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (19/2/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Baznas dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di daerahnya.

Akmal yang sehari-hari bekerja sebagai kuli tani tinggal di rumah berukuran sekitar 4x5 meter yang terbuat dari kayu dan bambu yang telah lapuk. Penghasilannya tidak menentu, sekitar Rp50 ribu setiap kali bekerja, itu pun jika ada yang memanggilnya. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan memperbaiki rumah panggungnya yang berdinding bambu dan berlantai papan. Rumah tersebut juga belum dilengkapi fasilitas kamar mandi akibat keterbatasan akses air bersih.

Melihat kondisi itu, Wagub Vasko turun langsung meninjau kediaman Akmal. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan tempat tinggal yang layak. “Kita ingin setiap warga Sumatera Barat memiliki hunian yang aman dan layak. Bantuan ini diharapkan bisa menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Pak Akmal,” ujar Vasko.

Melalui Baznas Provinsi Sumbar, disalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk perbaikan rumah, disertai beberapa paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Vasko menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk gotong royong masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas Sumbar, bukan bantuan pribadi. “Ini adalah amanah dari masyarakat Sumatera Barat yang dititipkan melalui Baznas. Tugas kita memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga memastikan proses perbaikan rumah akan diawasi oleh aparat setempat dan dilaksanakan secara bergotong royong bersama warga sekitar agar hasilnya optimal dan cepat selesai. Dalam kesempatan itu, Wagub turut menanyakan kondisi keluarga Akmal. Diketahui, ketiga putranya telah merantau, sementara sang istri telah lama meninggal dunia.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap warganya. “Kami berterima kasih atas dukungan ini. Semoga bantuan tersebut meringankan beban Pak Akmal dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Sementara itu, Akmal tidak kuasa menahan haru saat menerima bantuan secara simbolis. “Saya tidak menyangka Pak Wakil Gubernur dan rombongan datang langsung ke rumah saya. Terima kasih atas bantuan ini,” ucapnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (Adpsb/nov/bud)