Dipolisikan Gara-gara Sebut 'Wajar PDIP Sering Disamakan Dengan PKI', Waketum Gerindra Minta Maaf Secara Tertulis

Waketum Gerindra Arief Poyuono.

Dipolisikan Gara-gara Sebut 'Wajar PDIP Sering Disamakan Dengan PKI', Waketum Gerindra Minta Maaf Secara Tertulis
BENTENGSUMBAR.COM - Waketum Gerindra Arief Poyuono melontarkan pernyataan yang menyerang PDIP dengan mengatakan 'Wajar PDIP disamakan dengan PKI'. PDIP tak terima atas pernyataan tersebut.

Politikus PDIP Alex Indra Lukman mengatakan DPP PDIP akan menyikapi pernyataan Arief tersebut. Dia mengatakan kejadian serupa pernah terjadi di Sumatera Barat.

"Pernah terjadi hal yang mirip di DPRD Padang oleh anggota DPRD tingkat 2 dari Gerindra. Kami proses secara hukum," kata Alex saat dihubungi, Selasa, 1 Agustus 2017.

Alex menyebut pernyataan Arief dibahas serius di lingkup internal partai berlambang banteng moncong putih ini. PDIP tak akan memberi toleransi kepada Arief.

"Kami tidak akan mentolerir penghinaan, apalagi yang bersifat provokatif," ucap Alex.

Dilaporkan ke Polisi

Sementara itu, organisasi sayap PDIP, yakni Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), melaporkan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono soal pernyataannya yang menyamakan PDIP dengan PKI ke Polda Metro Jaya. Namun laporan tersebut belum diterima karena ada berkas-berkas yang harus dilengkapi.

"Kita sudah laporkan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), lalu ke Krimsus (Kriminal Khusus). Lalu kemudian ada beberapa berkas yang harus dilengkapi, tapi hasil konsultasi kita dalam unsur pernyataannya memang, ada syarat unsur pidananya masuk. Tinggal hanya persoalan administrasinya saja yang memang harus dilengkapi sedikit," ujar Sekjen DPN Repdem Wanto Sugito saat dimintai konfirmasi, Selasa, 1 Agustus 2017.

Wanto tidak menjelaskan secara detail mengenai berkas apa yang harus dilengkapi. Dia hanya menyebut, setelah melakukan konsultasi dengan polisi, hal yang dilaporkannya itu dinilai memenuhi unsur pidana.

"Ya artinya, kita sebagai anak kandungnya PDIP artinya ada beberapa hal yang harus dilengkapi. Karena ini PDIP yang diserang," ucapnya.

Wanto pun menerangkan Arief dilaporkan terkait dengan Pasal 156 KUHP soal ujaran kebencian. Wanto menganggap pernyataan politikus Gerindra itu seakan-akan terorganisasi menyerang PDIP karena dia melihat pemberitaan di media online sama semua. Wanto menilai Arief juga tak paham sejarah sehingga berakibat penyamaan PDIP dengan PKI.

"Artinya, dia nggak belajar sejarah. Kok bisa jadi wakil ketua umum," tuturnya.

Terkait dengan permohonan maaf resmi dari Arief kepada PDIP, Wanto menyerahkan semuanya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan jajaran pengurus DPP. Dia akan mengikuti arahan yang disampaikan oleh Megawati, termasuk melanjutkan atau tidaknya proses hukum di kepolisian.

"Jika ada perintah untuk disetop saja, ya kita akan ikut perintah DPP partai. Tapi jika DPP partai tidak merespons permohonan maaf yang diberikan oleh Arief ke partai, maka proses hukum yang sedang kita tempuh ini berjalan saja, kecuali DPP partai memberikan arahan tersendiri kepada kami," ucapnya.

Wanto mengaku akan kembali ke Polda Metro Jaya dalam satu-dua hari ke depan. Dia berharap kasus ini bisa diproses sesegera mungkin. 

Minta Maaf Secara Tertulis

Sebelumnya, Arief melontarkan pernyataan soal 'Wajar PDIP disamakan seperti PKI' saat menanggapi perkataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal pasal presidential threshold (PT) atau ambang batas pengajuan capres sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu. Menurut Arief, pernyataan Hasto seperti PKI. Dia juga membawa nama Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya.

"Nah ini sama saja Joko Widodo dan PDIP serta antek-anteknya membohongi masyarakat dan kurang sampai otaknya tentang sebuah arti hak konstitusi warga negara dalam negara yang berdemokrasi. Jadi wajar aja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI. Habis, sering buat lawak politik dan nipu rakyat sih," kata Arief dalam pernyataannya yang pertama.

Arief sendiri telah meminta maaf atas pernyataan tersebut. Arief menuliskan permohonan maaf secara tertulis. Selain itu, dia membuat surat permohonan maaf yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

"Bersama ini, terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, 'WAJAR SAJA KALAU PDIP SERING DISAMAKAN DENGAN PKI KARENA MENIPU RAKYAT', dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat," demikian kutipan surat dan pernyataan Arief dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Agustus 2017.

(by/dtc)

COMMENTS

BLOGGER

$show=post

Maklumat:

Wartawan Portal Berita BentengSumbar.com namanya tercantum di Box Redaksi dan dalam bertugas dilengkapi Id.Card. Redaksi menerima kiriman tulisan atau artikel dari pembaca yang dikirim via e-mail: bentengsumbar@gmail.com. Tulisan yang dikirim akan kami edit sesuai kebijakan redaksi.

Ttd. Redaksi
Nama

Agama Budaya dan Sastra Catatan BY Celebrity Dunia Ekonomi Hukrim Kesehatan Lifestyle Nagari Nusantara Olahraga Opini Pariwara Pariwisata Parlementaria Pembangunan Pendidikan Pertahanan Pertanian Politik Ranah Bingkuang Ranah Minang Warta Warta Emzalmi-Desri
false
ltr
item
BentengSumbar.com: Dipolisikan Gara-gara Sebut 'Wajar PDIP Sering Disamakan Dengan PKI', Waketum Gerindra Minta Maaf Secara Tertulis
Dipolisikan Gara-gara Sebut 'Wajar PDIP Sering Disamakan Dengan PKI', Waketum Gerindra Minta Maaf Secara Tertulis
Waketum Gerindra Arief Poyuono.
https://4.bp.blogspot.com/-ZjiuxSTKXs4/WYCbJ6QXHMI/AAAAAAAAtk4/xlQKiIPew0gRqCrl0lzwwqGih-PLET49wCLcBGAs/s640/Arief%2BPoyuono3.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-ZjiuxSTKXs4/WYCbJ6QXHMI/AAAAAAAAtk4/xlQKiIPew0gRqCrl0lzwwqGih-PLET49wCLcBGAs/s72-c/Arief%2BPoyuono3.jpg
BentengSumbar.com
http://www.bentengsumbar.com/2017/08/dipolisikan-gara-gara-sebut-wajar-pdip.html
http://www.bentengsumbar.com/
http://www.bentengsumbar.com/
http://www.bentengsumbar.com/2017/08/dipolisikan-gara-gara-sebut-wajar-pdip.html
true
153895970414697633
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April May Juni Juli Agustus September Oktober November Desember just now 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy