PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Pengurus PBNU Sebut Kasus Penodaan Agama Hanya Peristiwa yang Provokatif Sarat Dengan Motif Politik

KH. Masdar Farid Mas'udi menegaskan, tidak masuk akal jika Ahok menodakan agama, sementara Ahok sendiri mengikuti sebagai calon gubernur DKI Jakarta, di mana mayoritas penduduk beragam Islam.

Pengurus PBNU Sebut Kasus Penodaan Agama Hanya Peristiwa yang Provokatif Sarat Dengan Motif Politik
BENTENGSUMBAR.COM -  Pengurus Besar Nahdatul Ulama, KH. Masdar Farid Mas'udi sempat terdiam saat ditanya perihal penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di sidang ke 16. Masdar menilai, penodaan agama yang dialamatkan pada Ahok, terkait pencalonannya dalam Pilkada. 

Masdar menganggap penodaan ini tidak masuk akal. Ia justru mempertanyakan di mana letak penodaanya. Menurutnya, tidak masuk akal jika Ahok menodakan agama, sementara Ahok sendiri mengikuti sebagai calon gubernur DKI Jakarta, di mana mayoritas penduduk beragam Islam. 

"Kayaknya pada saat dia mau nyalon jadi pemimpin kok menodai agama yang dianut mayoritas negara tersebut, enggak masuk akal deh," kata Masdar di auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Maret 2017. 

Kasus yang menjerat Ahok, Masdar sebut hanyalah peristiwa yang provokatif. Isu ini, lanjut Masdar, berkaitan erat dengan Pilkada DKI Jakarta. 

"Sebenarnya isu ini digoreng saya kira dalam konteks Pilkada ini. Saya kira itu lebih sarat dengan motif politik," paparnya. 

Al Maidah 51 tidak diartikan untuk harus memilih pemimpin Muslim. Diterangkan yang perlu dihindari adalah memilih pemimpin non muslim yang mengusir dan memerangi umat muslim lainnya.

"Bukan sekadar beda agama. Harus dipahami secara integrated. Kalau hanya beda agama, hancur negeri ini. Bukan hanya negeri, dunia hancur karena beda agama, dunia harus dimusuhi," tandasnya. (bs/merdeka)

Iklan Alex Indra Lukman
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *