PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Mengapa Wanita Lebih Memilih iPhone ketimbang Android?

Ilustrasi: Seorang Wanita yang Sedang Memainkan iPhone.

Mengapa Wanita Lebih Memilih iPhone ketimbang Android?
JELAS sekali bahwa segenap aplikasi opensource yang ditawarkan sebagai keunggulan di setiap ponsel berbasis Android jadi idaman penggila teknologi kaum pria. Tapi bagi wanita, itu tidak menjadi hal penting yang memengaruhi tingkat penjualan. Dan yang lebih penting, motif utama mereka membeli ponsel. Alasan paling masuk akal mengapa iPhone lebih popular bagi wanita.

Survey emarketer.com dalam beberapa tahun terakhir mengungkap beberapa fakta yang menjadi alasan mengapa wanita lebih memilih ponsel berbasis iOS daripada Android.

Pertama, desain ponsel-ponsel pintar dalam seri iPhone Apple lebih elegan. Bentuknya tidak neko-neko dan ukurannya pas di genggaman tangan wanita pada umumnya. Meski layar 5 inci di iPhone 4S dan iPhone 5 dianggap sedikit "berlebihan" bagi wanita bertangan kecil di Asia, desain dinamis dengan sentuhan rangka kuat menjadikan iPhone sebagai bentuk supremasi baru teknologi yang nyaman di tangan. Mereka bisa memasukkannya ke dalam tas atau menggenggamnya ke manapun mereka pergi. Android, dengan banyak ragam bentuk handset-nya dari beberapa vendor, dianggap masih "konvensional" dalam menerapkan prinsip dinamika kinetik pada telapak tangan.

Kedua, wanita cenderung suka keseragaman. Memiliki komputer meja atau laptop Mac, tablet iPad atau bahkan pemutar musik iPod akan jadi alasan kuat mengapa ponselmu harus iPhone. Wanita, khususnya di AS dan sebagian Eropa sudah akrab dengan produk-produk Apple yang memang gencar diiklankan lewat banyak media. Dengan atmosfer kecanggihan di kantor dan tren kepemilikan gadget di rumah mulai menarik produk-produk Apple lebih dekat ke kehidupan wanita, tidak mengherankan jika setiap peluncuran seri telepon pintar perusahaan berlogo Apple tergigit itu diikuti oleh penggemar wanita.

Ketiga, demi kejujuran, wanita lebih menyukai potensi gaya visual yang ditawarkan iPhone. Jenis dan variasi asesori yang dibuat untuk iPhone lebih eksklusif --meski pada kenyataannya memang lebih mahal -- dan sangat mencolok. Softcase tanpa tutup berhias manik-manik yang laris manis di Amerika, atau gantungan khusus yang banyak dicari pengguna di Eropa karena diiklankan secara tidak langsung oleh Steve Wosniatzki sang mantan pendiri Apple itu. Asesori adalah kebutuhan mingguan wanita bagi barang-barang kesayangan mereka. Android, lagi-lagi hanya berbicara soal apps, startup dan screenguard yang tak begitu menarik.

Keempat, iPhone jauh jauh jauh lebih mudah dioperasikan daripada Android. Android memang seakan diciptakan untuk kaum pria yang gemar mengutak-atik dan melakukan kesalahan-kesalahan eksperimental. Hei, wanita tidak demikian. Wanita pada umumnya suka simplisitas, kemudahan penggunaan dan penyesuaian yang ramah. Wanita tidak suka melihat terlalu banyak simbol dan logo, atau grafis bergerak-gerak yang sering dikagumi pria atas kecanggihan opensource dari layar 16 juta warna. Hal sederhana mengapa iPhone tetap menjaga tampilan antarmuka menu utama mereka dengan ikon-ikon yang sudah lama dikenal, tanpa banyak perubahan.

Kelima, pertimbangkan harga. Setiap ponsel iPhone seharga setidak-tidaknya dua kali ponsel Android pada kelas yang sama. Perbedaan fitur sering kali minim namun harga iPhone tetaplah menyimpan nilai sosial yang tinggi. Wanita penganut ajaran nilai sosial yang baik, sehingga memegang (dalam keadaan mati) sebuah iPhone 4S di genggaman saat acara amal di tengah kota masih akan lebih mentereng dibandingkan memamerkan ponsel Android Ice Cream Sandwich-mu yang warnanya berkilau-kilau lewat layar sentuh. Saat nilai sosial berkibar, harga nominal di pasaran akan mengikuti, atau teratasi.

Wanita sangat menjaga nilai sosialnya. Meski pada kenyataannya iPhone sulit menembus pasar menengah dan kelas pembeli wanita secara dominan, ada beberapa alasan lain yang cukup kuat mengapa seorang wanita akan berjuang menabung separuh dari gajinya setiap bulan selama enam bulan hanya untuk membayar sebuah iPhone 5. Menurut comscore.com, nilai sosial ini lantas membawa wanita dalam hal-hal penting yang mereka tuju atau cari dari sebuah ponsel mahal sekelas iPhone.

Wanita metro dan kelas menengah ingin supremasi atas pria kembali, setidak-tidaknya seimbang. Bisa membeli barang berkelas berarti wanita lebih dekat dengan kesetaraan gender yang selama ini diisukan. Selainnya, ponsel pintar tetap jadi alat utama untuk menggaet teman-teman sosial mereka untuk membentuk "koalisi tekno-sosial", alat penting untuk bersuara. Menariknya, saat ini banyak aplikasi dan konten media sosial yang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan wanita. Bahkan ada beberapa vendor Android yang sengaja mendesain ponsel khusus wanita.

Meski perseturuan iPhone dan ponsel-ponsel Android terus berlanjut di dalam pasar, di dalam kamar, wanita punya alasan sendiri mengapa mereka menyentuhkan jari lentiknya di sebuah ikon di layar sentuh itu.

Ditulis oleh: Fandi Sido
Sumber: phonearena.com, comscore.com.

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *