PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Putar Ceramah Rizieq di Persidangan, Pengacara Ahok: Ini Politik Semuanya, Karena Kepentingan Pilgub DKI

Humphrey Djemat mengatakan, penasihat hukum melihat kalau Rizieq mempunyai kebencian terhadap Basuki.

Putar Ceramah Rizieq di Persidangan, Pengacara Ahok: Ini Politik Semuanya, Karena Kepentingan Pilgub DKI
BENTENGSUMBAR.COM - Tim penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama, mengajukan video berisi ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, dalam sidang kasus dugaan penodaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam tayangan video itu, Rizieq mengajak publik untuk tidak memilih pemimpin nonmuslim.

Penasihat hukum Basuki, Humphrey Djemat mengatakan, pihaknya mengajukan video rekaman ceramah itu untuk mengungkap kalau Rizieq tengah menyebarkan kebencian.

"Kan di situ kelihatan kebencian dari Pak Rizieq kepada Pak Ahok. Ada kata-kata biar kesamber geledek atau ada yang bunuh. Padahal, kan dia ahli agama, ahli agama harus bersikap imparsial, bersikap sebagai ahli agama yang tidak punya rasa kebencian. Tapi kalau dilihat dari omongan Rizieq kelihatan sekali kebenciannya terhadap Ahok. Itu justru yang mau kita tunjukin," ujar Humphrey, di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa, 4 April 2017.

Dikatakannya, penasihat hukum melihat kalau Rizieq mempunyai kebencian terhadap Basuki.

"Rizieq ini sebagai Imam Besar FPI. Jadi jangan lihat Rizieq sebagai pribadi, yang kemudian muncul sebagai ahli agama. Ini ada kaitannya, sebagai Imam Besar FPI tentu dia punya pengaruh dalam organisasinya dan pengikutnya. Kita lihat dari pelapornya sebagian dari FPI atau orang yang terafiliasi dengan FPI, atau kuasa hukumnya FPI. Semuanya itu bagi kita merupakan jaringan, walaupun dia ada di Palu, Padang, tapi mereka satu sama lain," ungkapnya.

Ia menegaskan, saksi pelapor memiliki "identitas" yang sama sebenarnya. Mereka semua membenci Basuki, memiliki ideologi yang sama dan punya tujuan yang sama.

"Tujuannya, dari ungkapan-ungkapan itu bisa kelihatan jelas, dari Rizieq sudah kelihatan jelas. Ini politik semuanya, karena kepentingan Pilgub DKI. Bagi kita rangkaiannya jelas, saksi pelapornya punya jaringan yang sama, pengaruh dari FPI, tujuannya yaitu jangan memilih Ahok. Nah itu yang penting bagi kita, karena ini berkaitan dengan demo-demo semuanya," katanya.

Sehingga, tambahnya, pada saat pledoi nanti tim penasihat hukum punya gambaran yang sangat kuat bagaimana proses perkara ini terjadi.

"Nanti sama Ahok kita tanya, kalau dia pidato tanggal 27 September, di-upload 28 September malam, apakah sebelum tanggal 5 Oktober ada masalah? Enggak. Pada saat Buni Yani meng-upload-nya baru mulai ada masalah. Kalau ada masalah seharusnya sebelum tanggal 5 Buni Yani meng-upload ada masalah," jelasnya.

Humphrey pun menambahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sudah melakukan investigasi sejak tanggal 1 Oktober 2016.

"Pada saat ditanya MUI bilang karena ada laporan dari warga Kepulauan Seribu, enggak ada sampai detik ini warga Kepulauan Seribu yang melapor. Katanya tanggal 28 September melapornya, enggak masuk akal juga. Dan ternyata berdasarkan hasil riset kita tanggal 9 Oktober, jam 18.06 WIB di liputan6.com, Pak Maruf Amin bilang kita belum melakukan apa-apa kok. Belum nonton TV, belum rapat. Kalau mau ngambil satu kesimpulan harus berhati-hati dan tidak ceroboh. Kenapa bilang pada saat 1 Oktober sudah melakukan penelitian. Inilah akan terungkap dalam pledoi kita bahwa persoalan Ahok ini persoalan politik," tandasnya.

Sementara itu, penasihat hukum Basuki lainnya, I Wayan Sudirta menuturkan, pihaknya mengajukan video ceramah Rizieq untuk meminta keadilan.

"Kalau Rizieq Syihab pidato seperti itu kok tidak timbul apa-apa, lalu Ahok pidato seperti itu dan didukung oleh sikap dan pendapatnya Gus Dur kok menjadi tersangka, adil enggak?" ucapnya.

I Wayan menegaskan, sebagai tersangka Basuki sangat teraniaya. "Ini tidak lain tidak bukan, rekayasa menjegal Ahok sebagai gubernur," tukasnya.

Dalam video yang ditayangkan di persidangan, Rizieq menyinggung tentang Surat Al Maidah ayat 51. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin Islam. (ongga/beritasatu)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *