PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Aksi Bela Rizieq Shihab Hanya Diikuti Ratusan Orang, Ini Kata Ketua Presidium Alumni 212

Massa aksi bela ulama 96 di Masjid Istiqlal hari ini, Jumat 9 Juni 2017.

Aksi Bela Rizieq Shihab Hanya Diikuti Ratusan Orang, Ini Kata Ketua Presidium Alumni 212
BENTENGSUMBAR.COM - Kapolsek Sawah Besar, Komisaris Polisi Ridwan R Soplanit menyebut hanya ada sekitar 100 sampai 150 orang massa aksi bela ulama 96 di Masjid Istiqlal hari ini, Jumat 9 Juni 2017. Ia menjelaskan yang dilakukan mereka bukanlah aksi seperti pada umumnya yang disertai orasi.

Menurut Ridwan, ratusan orang itu hanya berkumpul di salah satu lapangan parkir yang ada di kawasan Masjid Istiqlal untuk melakukan koordinasi antar mereka mendukung pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

"Itu bukan aksi. Itu cuma konsolidasi saja. Mereka di lapangan parkiran. Mereka hanya menyerukan konsolidasi bahwa mereka akan ke Komnas HAM. Mereka akan mengumpulkan koin juga," tuturnya sebagaimana dilansir VIVA.co.id.

Ridwan menjelaskan bahwa mereka melakukan koordinasi di salah satu lapangan parkir karena Masjid Istiqlal sedang menggelar acara di sana, sehingga akhirnya mereka diarahkan ke salah satu lapangan parkir.

Kegiatan mereka sendiri dimulai selepas ibadah salat jumat dan rencananya akan diakhiri sekira pukul 18.00 WIB nanti dengan cara buka puasa bersama disana. "Konsolidasi untuk agenda mereka saja sampai nungguin buka puasa," ujarnya.

Seperti diketahui, beredar informasi di media sosial yang meminta agar ada pengerahan massa untuk melakukan aksi bela ulama yang dikriminalisasi.

Aksi itu dinamakan  6 dan disebut-sebut akan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jumat 9 Juni 2017 usai ibadah salat jumat. Aksi itu disebut sebagai perlawanan pasca pimpinan FPI Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi di situs baladacintarizieq.

Sementara itu, Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menuding ada intervensi dari pihak-pihak tertentu sehingga massa Aksi Bela Ulama ditolak untuk melakukan kegiatan di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Juni 2017.

Padahal, ujar Ansufri, massa aksi hanya ingin menggelar doa dan salat berjemaah hingga tarawih nanti.

“Kami tengok tadi, pihak Istiqlal tidak memberi izin. Itu satu hal yang mengecewakan dan memprihatinkan. Terrnyata tekanan-tekanan pihak atas ke pihak Istiqlal,” kata dia di sela-sela Aksi di halaman Masjid Istiqlal.

Dirinya lantas menambahkan, karena penolakan itu, banyak pendukung Imam Besar FPI Habib Rizieq mengurungkan niatnya untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut.

“Jadi seharusnya banyak yang datang tapi jadi khawatir tidak diizinkan. Jadi banyak yang gak datang,” ungkapnya.

Dirinya juga mengkritisi dalih pihak pengelola Masjid Istiqlal yang kabarnya berdalih ruangan akan dipakai untuk kegiatan lain yang sudah teragendakan. Namun, berdasarkan pantauannya, hingga sore tidak akan aktivitas menyolok di masjid tersebut.

“Padahal yang kami minta itu waktu kosong. Ini kan kosong nih, sampai Magrib kosong. Kenapa ga diberi,” ungkapnya.

Ansufri pun menduga jika ada semacam intervensi.

(by/viva/hic)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *