PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Geram, Dirut PLN Minta Penyebar Isu Naiknya Tarif Listrik 450 VA Ditangkap

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir.

Geram, Dirut PLN Minta Penyebar Isu Naiknya Tarif Listrik 450 VA Ditangkap
BENTENGSUMBAR.COM - Direktur Utama PLN Sofyan Basyir geram dengan beredarnya isu rencana kenaikan tarif listrik golongan 450 volt ampere (VA) atau watt. Ia bahkan meminta Polisi untuk menangkap penyebar isu tersebut.

"Saya mau tahu siapa itu yang nyuruh bilang begitu. Perlu tahu tuh, tangkap!," ujarnya usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin kemaren.

Ia kembali menegaskan bahwa PLN tidak memiliki rencana menaikkan tarif atau mencabut subsidi pengguna listrik golongan 450 VA. Oleh karena itu, Sofyan heran dari mana asal isu kenaikan tarif listrik tersebut.

Menurut ia, PLN hanya memutuskan untuk mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA lantaran tidak berhak mendapatkan subsidi. Pencabutan subsidi listrik tidak menyasar rakyat miskin.

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sisanya, 18,8 juta pengguna listrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut.

Menurut ia, isu kenaikan listrik 450 VA sengaja dihembuskan untuk menciptakan ketidaktenangan masyarakat. Selain itu, Sofyan juga menilai isu itu bertujuan untuk membuat gaduh negara.

"Karena itu kriterianya fitnah. Aku enggak pernah mau naikin (tarif listrik) 450 watt," kata dia.

54.000 Pelanggan Komplain

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendapatkan komplain dari 54.000 pelanggan menyusul pencabutan subsidi listrik 900 volt ampere (VA).

Menurut Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, 54.000 pelanggan tersebut komplain lantaran merasa masuk kategori masyarakat miskin.

"Itu sedang kami follow up sekarang," ujarnya.

Saat ini tutur dia, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sedang mendata ulang 54.000 pelanggan listrik 900 VA tersebut, apakah berhak atau tidak mendapatkan subsidi listrik.

Bila prosesnya selesai dan dinyatakan berhak, maka PLN memastikan tidak akan mencabut subsidi 900 VA kepada 54.000 pelanggan listrik tersebut.

Selama ini tutur ia, banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki kartu miskin sehingga dianggap tidak layak mendapatkan subsidi listrik. Namun PLN terbuka dengan perbaikan data.

Sebelumya, PLN.menegaskan tidak memiliki rencana menaikkan tarif atau mencabut subsidi pengguna listrik golongan 450 VA. PLN hanya memutuskan untuk mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA lantaran tidak berhak mendapatkan subsidi.

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sisanya, 18,8 juta pengguna listrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan inilah yang subsidinya dicabut.

(by/kps)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *