Pariwisata

Ekonomi

POLITIK

HUKUM

Most Popular

Pelaku Persekusi Langsung Ditahan Polisi, GP Ansor Geram Terhadap Ormas Pelaku Persekusi

Korban persekusi diselamatkan GP Ansor, sedangkan pelaku langsung ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara. Warga diminta tidak takut menghadapi pelaku persekusi dan diminta segera melapor ke polisi jika menjadi korban.

Pelaku Persekusi Langsung Ditahan Polisi, GP Ansor Geram Terhadap Ormas Pelaku Persekusi
BENTENGSUMBAR.COM - Jajaran Jatantras Polda Metro Jaya telah menangkap Mat Husain alias Kong Ucin, terduga pelaku persekusi terhadap bocah PMA (15) di Cipinang Muara, Jakarta Timur. Diduga menjadi aktor utama dalam aksi intimidasi ini, Kong Ucin langsung digelandang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian telah mengatahui adanya persekusi tersebut dan telah dilakukan terhadap salah satu terduga pelaku. Tito dengan tegas memerintahkan Polres Jakarta Timur atau Polda Metro Jaya langsung melakukan penahanan terhadap pelaku persekusi.

"Saya bilang, sudah jangan tanggung-tanggung tahan saja," kata Tito di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Juni 2017.

Tindakan tegas ini kata Tito, merupakan wujud untuk memberikan efek jera. Jadi nantinya tidak ada lagi tindakan persekusi yang dilakukan oleh kelompok lainnya.

"Supaya memberikan efek jera untuk yang lain," ujar Tito.

Seperti diketahui, Kong Ucin tersebut diamankan karena dalam video yang menjadi viral di media sosial, pria berusia 57 tahun tersebut terlihat ikut menganiaya PMA. Pelaku melakukan perbuatan tersebut di sebuah pos RW di wilayahnya.

Salah seorang warga sekitar bernama Sutikno ikut membenarkan terkait penangkapan Kong Ucin oleh polisi. Tak lama setelah ditangkap, pelaku sempat dibawa ke Polres Jakarta Timur.

"Iya tadi ada (penangkapan), dia (terduga pelaku) warga RT 3 RW 3 kalau enggak salah. Langsung dibawa polisi," ujarnya.

Kini lokasi tempat terjadinya intimidasi tersebut yakni di Cipinang Muara Jakarta Timur masih dijaga oleh aparat kepolisi. Polisi juga berjaga di sekitar pos RW dan pintu masuk ke lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Didampingi FPI

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengatakan bahwa Badan Hukum Front kini tengah menangani dan mendampingi dua warga Jakarta Timur yang ditangkap karena diduga sebagai pelaku persekusi terhadap PMA, 15 tahun.

"Sedang ditangani BHF (Badan Hukum Front)," kata Slamet, sebagaimana dikutip Tempo, Kamis, 1 Juni 2017.

Meski begitu, Slamet membantah dua orang tersebut sebagai anggota FPI. Menurut Slamet mereka adalah masyarakat yang turut tak terima dengan prilaku PMA yang dianggap menghina pimpinan FPI Rizieq Syihab. 

"Itu masyarakat yang tak terima ada anak menghina ulama dan menantang umat islam, FPI hadir (saat itu) untuk memastikan tak ada main hakim sendiri," katanya.

Slamet menilai, penangkapan dua orang ini sebagai penggiringan opini untuk menghancurkan FPI. "Mestinya polisi tangkap anak yang menghina ulama itu biar jera," ujar Slamet.

Slamet menambahkan, meski dua orang tersebut bukan anggota FPI, keduanya akan tetap didampingi oleh tim Hukum FPI. Apalagi, salah satu dari mereka merupakan ketua RW tempat PMA tinggal. 

"Membantu masyarakat kan tugas mulia, terutama ketua RWnya, harus didampingi," kata Slamet lagi.

Tak Perlu Takut

Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil geram terhadap organisasi masyarakat tertentu yang kerap melakukan Persekusi.

Yaqut mengaku mendapatkan laporan bahwa ada seorang anak yang menjadi korban ormas tersebut di bilangan Jakarta Timur.

"Saya sudah dengar itu ada seorang anak bernama Mario yang diintimidasi oleh mereka ini," ujar Yaqut dalam acara diskusi di Gedung Stovia, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Juni 2017.

GP Ansor, lanjut Yaqut, akan berada di belakang anak tersebut.

GP Ansor akan terus mendukung sang anak untuk melaporkan tindakan kekerasan serta intimidasi ormas tersebut kepada kepolisian.

"Kami mendorong agar Mario ini melaporkan ke polisi tindak mereka ini," ujar Yaqut.

Yaqut menegaskan, Mario tidak perlu takut melaporkan ormas tersebut ke kepolisin.

"Tidak perlu takut. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Ingat negeri ini punya kita, bukan punya mereka," ujar Yaqut.

Diketahui, beredar sebuah video di media sosial seorang anak dikelilingi pria dewasa yang merupakan ormas agama tertentu.

Para anggota ormas itu mengintimidasi sang anak. Tidak hanya itu, beberapa orang anggota ormas sempat memukul sang anak di bagian kepala dan wajah. Sang anak itu tampak hanya diam dengan wajah ketakutan.

(og/vnc/tpc/kps)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *